INDOZONE.ID - Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengambil langkah strategis dengan menyeleksi tiga pemimpin muda Indonesia untuk menjadi bagian dari Obama Foundation Fellowship 2025.
Ketiganya akan menjalani program mentoring langsung dari Obama, sekaligus dibekali jejaring global dan akses ke peluang pembangunan internasional.
Baca juga: Trenggalek Gandeng Universitas Korea Selatan, Buka Jalan Generasi Muda ke Dunia Internasional
Pemilihan ini bertepatan dengan agenda besar dunia Sidang Majelis Umum PBB di New York dan Konferensi Perubahan Iklim COP 30 di Brasil sehingga momentum ini menjadi momen penting.
Billy hadir sebagai figur yang cukup familiar di dunia aktivisme dan inovasi. Ia merupakan putra Papua pertama lulusan Harvard dan juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Jejak akademik yang luar niasa ditambah pernah bertemu Obama lewat program YSEALI pada 2015, lalu mendirikan Yayasan Kitong Bisa untuk pendidikan anak-anak Papua, serta meluncurkan gerakan lingkungan CONTAINDER untuk menekan sampah plastik.
Di ranah pemerintahan, Billy sempat menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI bidang Inovasi (2019–2024). Saat ini ia berkiprah sebagai Tenaga Ahli Deputi Investasi dan Pengusahaan di Badan Pengusahaan Batam.
Dari Bandung, Hatta melenggang sebagai lulusan Teknik Elektro ITB dengan rekam jejak sosial yang tak kalah menarik. Ia mendirikan Rahsa Nusantara, sebuah gerakan yang berfokus pada advokasi masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan penghasilan.
Fokusnya untuk memastikan kalau masyarakat di daerah terpencil bukan hanya dilibatkan dalam pembangunan, tetapi juga memperoleh manfaat yang adil dari sumberdaya alam di wilayah mereka.
Lulusan Universitas Waterloo (Kanada), Nashin dikenal lewat inovasi teknologi sosial bernama Peta Bencana Nasional. Dengan solusi ini, ia membantu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memetakan risiko bencana banjir, kebakaran hutan, gempa sehingga intervensi bisa lebih tepat sasaran.
Dalam karyanya, Nashin juga aktif bergerak di Bali, menghubungkan teknologi dan pelayanan publik untuk masyarakat rentan di wilayah rawan bencana.
Mentoring dari Obama ini akan menjadi kesempatan emas. Ketiganya akan mendapatkan akses ke jaringan global, lembaga internasional, dan peluang kolaborasi lintas negara.
Selain itu, dari ketiga pemuda ini mahasiswa dapat belajar kalau gagasan inovatif saja gak cukup. Rekam jejak sosial dan akademis yang konsisten makin penting.
Baca juga: Oxford dan EIT Luncurkan Program AI Vaksin Ambisius untuk Melawan Infeksi dan Antibiotik Resisten
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@kamusmahasiswa