Theodore Kwan, saat kuliah umum di NTU (majalahpama.my)
INDOZONE.ID - Theodore Kwan seorang prodigy child berusia 7 tahun yang sudah menghadiri kuliah di Nanyang Technological University (NTU) dan meraih nilai A untuk ujian setara O-level.
Hal yang terasa mustahil bagi banyak orang ini, justru berhasil diwujudkan oleh Theodore Kwan, bocah jenius asal Singapura yang kini menjadi sorotan dunia pendidikan.
Theodore menjadi orang termuda di Singapura yang berhasil meraih nilai A dalam mata pelajaran Kimia di IGCSE (International General Certificate of Secondary Education). Prestasi ini setara dengan ujian O-level, yang umumnya ditempuh oleh siswa berusia 15 hingga 16 tahun.
Theodore juga memegang empat rekor nasional Singapura, termasuk menjadi peserta termuda yang mencetak nilai penuh dalam Olimpiade Sains.
Sejak kecil, Theodore menunjukkan minat besar terhadap sains. Ibunya, seorang mahasiswa PhD di bidang kedokteran di NTU, memilih untuk mendidiknya melalui home schooling, Tes IQ pun membuktikan keistimewaannya.
Theodore tercatat memiliki IQ 154, yang termasuk kategori jenius. Ibunya bercerita bahwa sejak usia dini, Theodore selalu mengajukan pertanyaan kritis terkait fenomena alam dan sains.
Ayahnya, yang menjalankan bisnis kecil, juga menyebut anaknya punya kemampuan luar biasa dalam matematika. Salah satu contohnya adalah ketika ia bisa mengelompokkan mainan dengan logika angka yang kompleks.
Bakat Theodore semakin terasah setelah mendapat perhatian dari Dr. Sumod Pullarkat, seorang dosen senior di NTU. Melihat minat besar Theodore yang disampaikan ibunya, Dr. Pullarkat akhirnya mengundangnya untuk menghadiri kuliah kimia di kampus tersebut.
Kesempatan langka ini membuat Theodore menjadi mahasiswa “tamu termuda” yang pernah hadir di kelas NTU.
Meski masih kecil, ia mampu mengikuti perkuliahan dengan baik dan menunjukkan pemahaman yang menakjubkan. Orang tua Theodore merasa sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan kampus.
Tapi, mereka juga berharap ke depan akan ada lebih banyak jalan yang bisa mendukung anak-anak dengan bakat luar biasa seperti Theodore agar tetap dapat berkembang sesuai potensinya.
Pengalaman kuliah ini merupaka pencapaian akademik dan bukti kalau sistem pendidikan bisa lebih inklusif bagi anak-anak jenius yang membutuhkan jalur berbeda dari umumnya.
Baca juga: Real Prodigy! Baek Kang-hyun, Seorang Anak dengan IQ 204 yang Mengincar Oxford di Usia 12 Tahun
Usia bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan dukungan keluarga, lingkungan yang tepat, dan kemauan belajar yang kuat, seorang anak bahkan bisa melampaui batas-batas usia pendidikan formal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@straits_times