Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Sabtu, 11 OKTOBER 2025 • 12:17 WIB

Inovasi Mahasiswa Magister UNEJ yang Deteksi Melanoma untuk Menjaga Kesehatan Kulit Petani

Inovasi Mahasiswa Magister UNEJ yang Deteksi Melanoma untuk Menjaga Kesehatan Kulit PetaniAhmad Eko Wibowo, S.Kep., Ns., mahasiswa Magister Keperawatan Angkatan 2025 Universitas Jember (UNEJ). (unej.ac.id)

INDOZONE.ID - Ahmad Eko Wibowo, S.Kep., Ns., mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Jember (UNEJ), menunjukkan kalau dunia pertanian gak hanya soal tanaman dan panen. Tapi ada juga ancaman kanker kulit yang harus diantisipasi.

Dengan terinspirasi dari pengalaman nyata, Ahmad merancang inovasi Deteksi Dini dan Screening Melanoma dengan Metode ABCDE (DETECT) deteksi dini melanoma ini khusus untuk komunitas petani tembakau lewat metode sederhana tapi bermakna.

Baca juga: Mahasiswa USU Sulap Limbah Plastik Jadi Gigi Palsu! Inovasi Keren Ini Raih Penghargaan Nasional

Awal Ide: Melihat Kasus Nyata di Lapangan

Ketertarikan Ahmad muncul usai menyaksikan kasus petani yang mengalami melanoma kanker kulit serius yang harus menjalani operasi dan radioterapi. 

Melalui pengalaman itu, Ahmad Eko tersadar kalau komunitas petani tembakau, yang tiap hari terpapar sinar ultraviolet matahari, adalah kelompok rentan yang sering terlupa soal edukasi kesehatan kulit.

Dari situlah lahir karya inovatif bernama DETECT (Deteksi Dini dan Screening Melanoma dengan Metode ABCDE). 

Konsepnya agar perawat yang bekerja di komunitas agraris bisa menyampaikan tanda-tanda melanoma kepada petani dengan cara yang mudah dipahami, supaya lebih banyak orang mau ikut screening dan bertindak cepat.

Metode ABCDE dan Strategi Edukasi

Metode ABCDE sendiri merupakan pedoman klinis bagi deteksi melanoma yakni  Asymmetry, Border, Color, Diameter, dan Evolution ciri-ciri yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjembatani istilah medis ini agar dapat dipahami petani sehari-hari. 

Oleh karena itu Ahmad Eko mengemasnya ke dalam materi visual sederhana  poster, pamflet, dan media edukasi lokal agar petani tak merasa disalahkan atauberanggapan kalau itu adalah penyakit orang kota. 

Ia juga mendorong kolaborasi antara lintas sektor antara dinas kesehatan, organisasi petani, hingga lembaga pendidikan, agar DETECT bisa benar-benar dijalankan bukan cuma di kampus.

Juara Nasional dan Harapan untuk Komunitas

Karya DETECT membawa Ahmad Eko meraih Juara 1 Lomba Poster Nasional Nursing Research Competition (NRC) yang diselenggarakan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.

Kompetisi nasional ini mengangkat tema “The Role of Nurses in Improving the Quality of Life of Cancer Patients” dan ide DETECT dianggap sangat relevan dan berdampak.

Tim di belakang DETECT telah merancang langkah lanjutan yakni publikasi ilmiah, edukasi digital, serta upaya implementasi di desa-desa tembakau.

Baca juga: Dari Dadiah, Mahasiswa UNAND Temukan Potensi Probiotik Jadi Inovasi Terapi Alzheimer

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unej.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Inovasi Mahasiswa Magister UNEJ yang Deteksi Melanoma untuk Menjaga Kesehatan Kulit Petani

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!