Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 14:00 WIB

Kisah Haru di Wisuda UIN Ar-Raniry: Ayah Tunanetra Genggam Tangan Putrinya Saat Raih Gelar Sarjana

Kisah Haru di Wisuda UIN Ar-Raniry: Ayah Tunanetra Genggam Tangan Putrinya Saat Raih Gelar SarjanaFoto wisudawati Armaya Rosa dan sang ayah (TikTok/@akademiproject)

INDOZONE.ID - Di antara ribuan toga hitam yang berbaris rapi di Auditorium Prof Ali Hasjmy, UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Terselip satu momen yang membuat suasana menjadi haru.

Seorang ayah tunanetra dari mahasiswi Armaya Rosa, yang menggenggam erat tangan putrinya yang baru saja melaksanakan wisuda

Baca juga: Viral! Momen Haru Ayah di Jayapura Hadiri Wisuda Anak dengan Kostum Badut

Di balik toga dan senyum Armara yang merekah, tersimpan kisah luar biasa tentang keteguhan, doa, dan kerja keras yang tak mengenal keterbatasan dari sang pahlawannya.

Perjuangan dari Rumah Sederhana

Armaya lahir dan tumbuh di Sigli, Aceh. Ia merupakan anak pertama dari lima bersaudara, dibesarkan dalam keluarga tunanetra yang sederhana namun penuh semangat.

Ayahnya, Hasril Hendra Armadi, bekerja sebagai tukang pijat, sementara ibunya, Saniah, juga memiliki kondisi serupa dan membantu ekonomi keluarga dari profesi yang sama. Di tengah keterbatasan, keluarga ini menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

Meskipun banyak rintangan, Hasril dan Saniah yakin bahwa pendidikan adalah satu-satunya cara untuk mengubah masa depan anak-anak mereka. Dukungan dan doa keduanya menjadi bahan bakar yang tak pernah padam untuk langkah Armaya.

Dari Keteguhan Menjadi Bukti Nyata

Hidup tentunya gak selalu mudah bagi Armaya. Ia harus belajar beradaptasi dengan keterbatasan fisik, stigma sosial, hingga tantangan ekonomi. Tapi, semua itu gak membuatnya berhenti. Justru dari situ, tekadnya makin kuat.

Hari itu, ketekunan bertahun-tahun akhirnya berbuah manis. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,11, Armaya resmi dinyatakan lulus dalam Wisuda Gelombang III UIN Ar-Raniry. Momen paling menggetarkan terjadi saat ayahnya menggenggam tangan Armaya di panggung wisuda.

Walau mata sang ayah gak bisa melihat, suaranya bergetar penuh rasa syukur tanda kalau perjuangan yang dijaga selama ini akhirnya sampai di garis kemenangan.

Bagi banyak orang, wisuda adalah akhir dari perjalanan akademik. Tapi bagi keluarga kecil ini, wisuda Armaya adalah awal dari pembuktian kalau keterbatasan gak pernah bisa memadamkan harapan.

Baca juga: Kisah Haru Mahasiswa UNMA, Bayar Wisuda Pakai Uang Receh Hasil Tabungan

Kisah Armaya jadi pengingat kalau kesuksesan bukan milik mereka yang sempurna, tapi milik mereka yang gak berhenti berjuang.

Jadi, kapan pun kamu merasa hidup terasa berat, bahkan dalam gelap sekalipun, cahaya bisa muncul dari ketulusan dan tekad yang gak pernah padam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TikTok/@akademiproject

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Haru di Wisuda UIN Ar-Raniry: Ayah Tunanetra Genggam Tangan Putrinya Saat Raih Gelar Sarjana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!