Momen Rober menerbangkan topi wisuda menggunakan drone. (news.mit.edu)
INDOZONE.ID - Mark Rober insinyur, inovator, sekaligus YouTuber diundang memberikan pidato kelulusan bagi 3.735 lulusan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di halaman Killian Court. Berkat aksi Rober, momen wisuda MIT yang awalnya penuh haru dan ketenangan menjadi heboh.
Setelah menyampaikan tiga nasihat penting yakni embrace naive optimism, frame your failures, dan foster relationships, Rober mengakhiri pidatonya dengan aksi spektakuler yang unik.
Baca juga: Momen Unik! Wisuda Ke-132 ITS Jadi Panggung Ekspresi Para Lulusan
Rober melepas topi wisudanya, lalu mengambil topi wisuda lain yang sudah terpasang ke sebuah drone dan menerbangkannya tinggi di atas Great Dome MIT.
Menariknya, momen ini gak hanya gimmick, Rober mengibaratkan kalau semua orang bisa melempar topinya di udara, tapi sedikit yang berani membuatnya benar-benar terbang.
Aksi tersebut disambut tepuk tangan berdiri dari hadirin dan menjadi simbol dari cara berpikir kreatif dan berani bermimpi besar.
Dalam pidatonya, Rober mendorong para lulusan untuk menanamkan optimisme “naif,” yakni keyakinan meski tanpa mengetahui semua rintangan di depan. Karena kadang, kalau sudah tahu semua hal yang akan terjadi, kita malah takut memulai.
Ia juga mengajak mereka untuk merangkul kegagalan bukan sebagai hambatan, melainkan bagian dari proses belajar. Seperti dalam permainan video, gagal kadang diperlukan agar kita kembali lebih kuat.
Baca juga: Unik! Wisuda ITB Nobel Indonesia Angkat Tema One Piece
Tak kalah penting, Rober menekankan pentingnya menjalin dan memelihara hubungan teman, keluarga, rekan. Menurutnya, semakin bertambah usia, semakin sulit mempertahankan kedekatan.
Maka, ia menyarankan agar lulusan “positively apply confirmation bias” anggaplah orang lain berniat baik, dan otak kita akan menemukan bukti untuk mendukung keyakinan tersebut.
Momen unik Mark Rober pelajaran penting buat mahasiswa, karena keberanian berpikir di luar norma seperti menerbangkan topi menunjukkan kalau inovasi bisa lahir dari estetika yang gak terduga.
Selain itu pesan optimisme dan kegagalan cocok bagi mahasiswa yang tengah menghadapi skripsi, tugas akhir, atau keputusan karier. Seperti Rober bilang kalau jalan hidup sering gak bisa diprediksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: News.mit.edu