Dr. Ciara Sivels (womenofrubies.com)
INDOZONE.ID - Dr. Ciara Sivels, Mahasiswi Afrika-Amerika pertama yang meraih gelar PhD di bidang Nuclear Engineering dari University of Michigan, salah satu kampus top dunia.
Perjalanan ini tentu saja bukan hal yang mudah. Sivels harus menghadapi stigma, tantangan akademik yang berat, dan dominasi laki-laki dalam bidang teknik nuklir. Tapi dengan tekad kuat, ia berhasil membuktikan bahwa mimpi sebesar apa pun bisa tercapai.
Baca juga: Kisah Autherine Lucy Foster: Dari Tiga Hari di Kampus ke Warisan Sepanjang Usia
Awalnya, Sivels menekuni Chemical Engineering di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Tapi lewat, dorongan dari mentor-mentornya membuat ia beralih ke bidang Nuclear Engineering.
Peralihan jalur ini membuatnya semakin berkembang. Dengan bimbingan dosen dan semangat yang gak penah habis, Sivels sukses menyelesaikan studi sarjana, lalu melanjutkan ke jenjang master, hingga akhirnya mencatat sejarah lewat program doktoralnya di Michigan.
Di Michigan, riset Sivels bukan sembarang penelitian. Ia fokus pada deteksi radiasi yang berhubungan erat dengan isu keamanan dunia, termasuk upaya non-proliferasi nuklir (pencegahan penyebaran senjata nuklir).
Penelitiannya dianggap terobosan karena berkontribusi langsung dalam memperkuat sistem keamanan internasional. Gak heran kalau namanya kemudian dikenal luas di dunia akademik sekaligus industri.
Selain itu Sivels juga punya misi sosial. Ia ikut mendirikan Women in Nuclear Engineering and Radiological Sciences, sebuah komunitas yang bertujuan menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, supaya berani masuk ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Lewat gerakan ini, Sivels ingin membuka jalan supaya anak-anak muda, terutama perempuan kulit hitam, bisa melihat bahwa mereka juga punya tempat di dunia teknik nuklir yang selama ini dianggap eksklusif.
Setelah menuntaskan studinya, Sivels kini berkarier sebagai nuclear engineer di Johns Hopkins Applied Physics Laboratory. Posisinya ini jadi bukti kalau ia gak hanya sosok akademisi, tapi juga praktisi yang punya kontribusi nyata dalam bidang teknologi tinggi.
Keterbatasan identitas, gender, atau latar belakang bukan penghalang untuk jadi sukses. Karena dengan konsistensi, kerja keras, dan keberanian melawan stereotip, seseorang bisa membuka jalan bagi orang lain.
Nah, kalau kamu jadi Sivels kamu bakal stay dan cari aman di jurusan yang udah kamu tempati atau kamu bakal challenges diri kamu sendiri dan keluar dari zona nyamanmu?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@africagiant