Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 15:32 WIB

Kisah Autherine Lucy Foster: Dari Tiga Hari di Kampus ke Warisan Sepanjang Usia

Kisah Autherine Lucy Foster: Dari Tiga Hari di Kampus ke Warisan Sepanjang UsiaPotret Autherine Lucy Foster (news.ua.edu)

INDOZONE.ID - Kisah Autherine Lucy Foster mahasiswi di University of Alabama yang menembus pintu segregasi dan membuka jalur bagi ribuan mahasiswa kulit hitam setelahnya.

Ini gak hanya nostalgia Black History tapi ini peta jalan keberanian yang relevan buat siapa pun yang lagi berjuang di dunia kampus hari ini.

Baca juga: Kisah Dr. Hema Sane: Botanist Pengajar di Kampus Abasaheb Garware College yang Hidup Tanpa Listrik

Tiga Hari yang Mengguncang Kampus

Autherine menorehkan sejarah pada 3 Februari 1956, saat ia menjadi mahasiswa kulit hitam pertama yang hadir dan mengikuti kelas di University of Alabama. Hanya tiga hari berselang, kerumunan rasis memicu kekacauan.

Kisah Autherine Lucy Foster: Dari Tiga Hari di Kampus ke Warisan Sepanjang UsiaPotret Autherine Lucy Foster (news.ua.edu)

Ia harus bersembunyi di gedung pendidikan dan akhirnya disuspensi demi alasan “keselamatan”. Tiga hari pendek di kalender, tapi panjang dalam dampak membuktikan kalau akses ke pendidikan sering dimulai dari langkah paling berisiko. 

Jalan Panjang Menuju Gerbang Kampus

Peristiwa 1956 itu bukan start yang instan. Sejak 1952, setelah lulus dari Miles College, Autherine sebenarnya sudah diterima UA. Penerimaannya dibatalkan hanya karena ia tidak berkulit putih.

Baru lewat perintah pengadilan federal, kampus diwajibkan membukakan pintu. Proses hukum itu ada karena perubahan sistemik berkat hasil negosiasi keras antara prinsip dan aturan.

Dari Korban Perundungan Rasial ke Simbol Institusi

Waktu berputar. Kampus yang dulu menolak, kini mengabadikan namanya. Pada 25 Februari 2022, gedung College of Education resmi berganti nama menjadi Autherine Lucy Foster Hall. 

Transformasi simbolik dari masa ketika ia bersembunyi di gedung yang sama untuk menyelamatkan diri. Sepekan kemudian, Autherine wafat pada usia 92 tahun warisannya kian melekat justru karena dedikasi itu dibukukan di arsitektur kampus.

Legacy yang Diturunkan ke Generasi Mahasiswa

Di Tuscaloosa, narasi Autherine aktif dirawat dari liputan-liputan reflektif sampai program pembinaan mahasiswa seperti “Lucy’s Legacy” yang menegaskan akses, keberanian, dan kepemimpinan mahasiswi kulit hitam.

Ketika University of Alabama merangkum pertumbuhan institusi di bawah kepemimpinan rektornya, nama Autherine muncul sebagai tonggak identitas kampus yang gak bisa dipisahkan dari agenda inklusi. 

Baca juga: Kisah Perjalanan Waitatiri Penulis The Missing Colors: Dari Korban Bullying Jadi Alumni UI dan Harvard

Kisah Autherine jadi reminder kalau kampus bukan ruang netral yang “selalu” ramah ia dibentuk oleh perjuangan orang-orang yang menuntut hak untuk belajar dan misi besar semua kampus saat ini adalh mengubah rasa takut Jadi ruang aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: News.ua.edu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Autherine Lucy Foster: Dari Tiga Hari di Kampus ke Warisan Sepanjang Usia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!