Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 20:00 WIB

Kisah Dr. Nadhira Nuraini Afifa, Dari Depok ke Podium Wisuda Harvard

Kisah Dr. Nadhira Nuraini Afifa, Dari Depok ke Podium Wisuda HarvardMomen Dr. Nadhira Nuraini Afifa, menjadi pembicara di atas podium Harvard University (Instagram/@nadhiraafifa)

INDOZONE.ID - Berani bermimpi itu penting, tetapi berani mengeksekusi mimpi jauh lebih menentukan. Itulah yang membentuk perjalanan dr. Nadhira Nuraini Afifa lewat LPDP. Nadhira berhasil berdiri sebagai pembicara di panggung wisuda Harvard University.

Nadhira menjadi bukti kalau mahasiswa Indonesia bisa menembus panggung dunia dengan kerja keras, strategi, dan keberanian.

Baca juga: Mahasiswi China Cetak Sejarah di Harvard, Sampaikan Pesan Persatuan Global dalam Wisuda

Dari UI, LPDP, hingga Harvard

Nadhira menamatkan pendidikan dokter di UI sebelum melanjutkan studi magister di Harvard lewat beasiswa LPDP.

Kesempatan ini gak hanya kayak tiket finansial, tapi validasi bahwa gagasan, esai, dan rencana studinya solid. Perjalanan menuju Harvard penuh persiapan. 

Mulai dari riset program studi, menyusun study plan, merapikan CV, mengumpulkan rekomendasi, hingga menanti hasil seleksi dengan sabar.

Di balik sorotan publik yang hanya melihat momen wisuda, ada proses panjang yang membuktikan konsistensi dan keberanian untuk melangkah.

Tantangan Adaptasi di Negeri Orang

Setibanya di Amerika, perjalanan Nadhira tentunya gak selalu mulus. Identitasnya sebagai perempuan Muslim dan mahasiswa internasional menghadirkan tantangan adaptasi,

tapi ia menemukan ritme hidup yang seimbang.

Hal-hal sederhana seperti keberadaan musala, komunitas yang suportif, serta disiplin belajar menjadi jangkar yang menjaga stabilitas mental sekaligus produktivitas akademik.

Dari sana, tugas terselesaikan, jejaring terbentuk, dan rasa percaya diri tumbuh perlahan namun pasti.

Filosofi Limitless: Berani, Konsisten, Adaptif

Pondasi mentalnya udah dibangun sejak dini oleh keluarga, terutama pesan sang ibu bahwa anak dari keluarga sederhana pun berhak punya cita-cita tinggi.

Filosofi itu kemudian ia tuangkan dalam buku Limitless. Pesannya jelas: berani mengklaim mimpi, tidak takut gagal, dan berani keluar dari zona nyaman dengan ritme yang terukur.

Baginya, kegagalan bukan akhir, melainkan data untuk perbaikan. Strategi ini membuatnya terus melangkah, dari mengirim abstrak ke konferensi hingga mencoba riset lintas disiplin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@kampunginggrism

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Dr. Nadhira Nuraini Afifa, Dari Depok ke Podium Wisuda Harvard

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!