Ilustrasi mahasiswa (freepik.com)
INDOZONE.ID - Sebagai mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan proposal penelitian, pertanyaan tentang urgensi penelitian biasanya membuat mahasiswa bingung. Pada dasarnya, mahasiswa harus sadar dengan fondasi riset dari topik yang ingin diteliti.
Bukan cuma sekadar biar lulus atau cepat seminar proposal, tapi bagaimana penelitian kamu punya makna, dampak, dan relevansi di dunia nyata. Sebelum mengerjakan penelitian, kamu ada beberapa hal yang harus kamu siapkan.
Baca juga: Mahasiswa Ketiduran Ngerjain Skripsi, Malah Kena “Serangan” Chat Putus dari Pacar
Langkah pertama adalah menjawab, "Kenapa penelitian itu perlu dikerjakan?" Di sini, peneliti diajak buat mengamati sekitar dan lihat kesenjangan antara realita dan harapan.
Dalam bahasa akademik, ini disebut perbedaan antara das Sein (apa yang terjadi) dan das Sollen (apa yang seharusnya terjadi).
Kalau kamu bisa nemuin gap alias celah yang belum pernah dikaji atau masih ada inkonsistensi hasil, berarti kamu sudah menemukan alasan logis buat risetmu. Sebab, penelitian bagus selalu berangkat dari masalah nyata yang butuh solusi.
Penelitian yang diteliti mungkin penting, tapi penting buat siapa? Nyatanya, riset bagus gak cuma berhenti di teori, tapi juga menjawab kenapa hal ini terjadi dan bagaimana cara menanggapinya. Kata kuncinya adalah relevan dan relatable.
Kalau hasil penelitian bisa membantu masyarakat, komunitas kampus, atau bahkan dunia industri, buat paham dan bereaksi terhadap masalah yang kamu bahas. Artinya, peneitian itu sudah menyentuh inti dari real impact research.
Kadang, ide penelitian bagus, tapi gak tepat waktu. Nah, di bagian ini, perlu dijelaskan kenapa topik ini penting dibahas sekarang juga bukan nanti.
The moment matters penelitian harus relevan dengan konteks masa kini. Misalnya, topik tentang cyberbullying atau AI dalam pendidikan, jelas lebih mendesak sekarang karena perkembangan digital makin cepat.
Dengan menunjukkan siapa yang terdampak dan bagaimana manfaatnya bisa dirasakan sekarang, otomatis menambah urgensi dan nilai dari riset yang ingin diteliti.
Kalau penelitianmu bisa menyentuh ketiga poin kenapa dilakukan, kenapa penting, dan kenapa sekarang, berarti kamu punya fondasi riset yang kuat.
Penelitian bukan sekadar tumpukan teori atau tugas akhir, melainkan alat berpikir kritis untuk memecahkan masalah nyata.
Baca juga: Untuk Mahasiswa! Ini Cara Baca Jurnal Cuma 10 Menit: Anti Stres, Skripsi Efisien
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@dafnisfaz