Ilustrasi kumpulan mahsiswa (freepik.com)
INDOZONE.ID - Dunia kampus gak cuma tentang tugas, nilai, atau organisasi, tapi juga orang-orang di sekitar. Sebut saja, teman kampus, mereka bisa jadi penyemangat, penyelamat, bahkan kadang penguji kesabaran.
Tapi percayalah, setiap tipe teman punya pelajaran hidupnya masing-masing. Kalau diperhatikan, setiap kelas pasti ada pola yang sama. Ada mahasiswa yang rajin, ada yang sibuk organisasi, ada yang bikin suasana hidup, dan ada juga yang baru “aktif” kalau mendekati deadline.
Ilustrasi mahasiswa mengobrol dengan teman kampus (Freepik)
Baca juga: Suka Nunda Tugas Kuliah? Coba 5 Tips Ini, Dijamin Produktif Seketika!
Nah, mengenali karakter mereka bisa membantu untuk mengetahui siapa yang cocok diajak tumbuh bareng selama masa kuliah.
Tipe ini biasanya jadi andalan semua orang. Mereka gak cuma disiplin belajar, tapi juga senang berbagi pengetahuan.
Saat kelas terasa berat, teman seperti ini sering jadi penyelamat. Mereka membuktikan kalau ilmu makin berkembang kalau dibagi, bukan disimpan sendiri.
Bagi mereka, manajemen waktu adalah segalanya. Di sela-sela rapat, acara kampus, dan proyek, mereka tetap bisa menjaga IPK tetap tinggi. Teman seperti ini jadi contoh nyata kalau aktif di luar kelas bukan berarti abai di dalam kelas.
Bisa dibilang, mereka adalah “vitamin sosial” di dunia kampus. Di tengah stres tugas dan skripsi, kehadiran si penghibur selalu membuat suasana cair.
Baca juga: 5 Skill yang Wajib Mahasiswa Miliki biar Siap Hadapi Perkuliahan
Mereka tahu kapan harus bercanda dan serius, menjaga keseimbangan antara tawa dan fokus belajar.
Tipe ini mungkin sering bikin gemas. Di luar terlihat ramah, tapi kadang bikin repot saat kerja kelompok. Meski begitu, keberadaan mereka justru mengingatkan pentingnya integritas akademik kalau hasil belajar yang jujur lebih berharga daripada nilai tinggi tanpa usaha.
Gak semua mahasiswa suka menonjol. Ada yang lebih banyak diam, tapi hasilnya selalu stabil. Mereka tipe yang fokus, teliti, dan sering jadi sumber inspirasi diam-diam. Belajar dari mereka, mengajarkan kalau kesuksesan gak selalu butuh sorotan.
Adrenaline mereka baru terpacu ketika detik-detik terakhir. Mungkin bukan panutan soal manajemen waktu, tapi kecepatan berpikir dan kemampuannya menghadapi tekanan patut diacungi jempol. Meski begitu, tetap lebih baik belajar mengatur waktu daripada terus berjuang di batas akhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@emil_radhiansyah