Ilustrasi mahasiswa mengerjakan revisi. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Dalam fase pengerjaan proposal penelitian, revisi oleh dosen pembimbing pasti gak bisa dihindari. Bahkan, ketika mahasiswa sudah merasa kalau proposal mereka bagus, revisi tetap ada.
Ternyata, banyak mahasiswa yang belum tahu kalau dosen punya “selera akademik” tersendiri saat menilai proposal. Proposal bagus bukan cuma soal bahasa rapi atau kutipan lengkap, melainkan juga struktur logika, data pendukung, dan relevansi teori yang matang.
Baca juga: Biar Gak Pusing saat Ngerjain Skripsi, Kenali 7 Istilah yang Sering Muncul di Bab Metode!
Nah, biar gak terjebak dalam revisi tanpa akhir, yuk kenali ciri-ciri proposal yang disukai dosen.
Bagian pendahuluan sering jadi penentu kesan pertama. Dosen biasanya suka kalau mahasiswa bisa menyusun latar belakang penelitian secara runtut dan logis.
Untuk penelitian kuantitatif, urutannya dari umum ke khusus, sedangkan kualitatif sebaliknya dari konteks spesifik ke gambaran yang lebih luas.
Tambahkan data pendukung, baik sekunder maupun primer, agar masalah yang diangkat tampak nyata dan relevan. Jangan lupa, sertakan referensi jurnal nasional atau internasional, minimal lima tahun terakhir agar pembahasan tetap mutakhir.
Rumusan masalah sebaiknya muncul alami dari latar belakang yang dibangun, dan tujuan penelitian harus jadi “jawaban” dari rumusan tersebut.
Di bagian ini, dosen ingin melihat seberapa luas wawasan mahasiswa terhadap teori yang mendasari penelitian. Pastikan teori yang digunakan sudah lengkap dan sesuai dengan judul penelitian, termasuk teori pengukuran variabel jika menggunakan pendekatan kuantitatif.
Gunakan referensi dari sumber ilmiah, bukan blog atau media populer. Kerangka berpikir juga harus disusun sistematis agar mudah dipahami dan menunjukkan alur logika antara konsep, teori, dan masalah penelitian.
Poin penting lainnya adalah kebaruan (novelty). Tinjauan pustaka bukan hanya rangkuman teori lama, tapi juga penegasan posisi penelitianmu di antara riset-riset sebelumnya.
Metode penelitian adalah peta jalan yang menentukan apakah penelitian bisa dijalankan secara ilmiah. Dosen akan melihat bagaimana desain penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisisnya selaras dengan tujuan penelitian.
Untuk pendekatan kuantitatif, jelaskan populasi dan sampel secara rinci, sedangkan untuk kualitatif, sertakan siapa informan dan bagaimana kamu memilih mereka.
Lengkapi juga dengan kisi-kisi instrumen dan sumber pengujian yang jelas, baik dari buku metodologi maupun jurnal ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@classprogram.id