INDOZONE.ID - Biasanya mahasiswa yang berumur 22 tahun itu lulus kuliah jenjang Strata 1 atau S1. Namun berbeda dengan Amanda Eka Lupita, mahasiswa UGM yang lulus S2 di umur 22 tahun 6 bulan.
Diantara 2.028 lulusan magister UGM, Amanda dinobatkan jadi lulusan termuda. Padahal, rata-rata lulusan program magister itu berusia 30 tahun 6 bulan.
Amanda berhasil lulus studi magister di Ilmu Hama Tanaman di Fakultas Pertanian UGM lewat skema fast-track.
Amanda ngaku sebenarnya dirinya gak nyangka bisa jadi lulusan termuda di program magister. Walaupun demikian, skema fast-track ini bisa bantu dirinya lulus S1 dan S2 lebih cepat.
Baca juga: Mahasiswa FEB UNY Ajak Siswa SMP Negeri 2 Manisreenggo Jadi Agen Perubahan Lingkungan
Perjalanan akademik Amanda gak selamanya berjalan lancar. Ia bercerita bahwa ada masa lelah dan capek dengan penelitian tesis yang dibuatnya. Namun, ia gak berhenti belajar dan terus tekun untuk menyelesaikan tesisnya.
Amanda sadar bahwa jadi seorang peneliti itu merupakan tanggung jawab untuk terus belajar, beradaptasi, serta bertanggung jawab. Ia juga menganggap bahwa pendidikan itu investasi jangka panjang.
“Itu jadi titik balik saya, dari yang awalnya fokus pada hasil dan ingin semuanya cepat selesai, sekarang justru menikmati perjalanan dan proses belajarnya,” ungkapnya.
Baca juga: Unik Banget! Ini Dia Jurusan Kuliah yang Cuma Ada di Indonesia dan Bikin Bangga Budaya Lokal
Amanda juga ngaku kalau dirinya memang senang bergelut dengan dunia penelitian. Ia pun aktif di berbagai proyek penelitian dosen, bahkan siap menulis manuskrip publikasi dari hasil tesisnya.
Dalam tesisnya, ia angkat tema tentang keberagaman bakteri endosimbion pada kutu kebul (Bemisia tabaci) di tanaman yang terinfeksi Begomovirus.
Baca juga: 5 Tips Jitu Supaya Artikelmu Lolos di Jurnal Bereputasi, Hati-Hati Jurnal Predator
“Serangga tidak hidup sendiri melainkan bersama bakteri yang menularkan virus dan beradaptasi dengan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Jadi Doktor di Usia 25, Rizky Aflaha Buktikan Kalau Ambisi Akademik Nggak Kenal Umur
Terakhir, Amanda negesin dirinya bahwa setiap orang itu punya waktu bersinarnya masing-masing. Yang terpenting itu konsisten dan ketulusan saat belajar untuk raih kesuksesan.
“Sekecil apapun langka kita, tetap saja itu adalah kemajuan. Jadi, jangan takut sama perjalanan yang panjang karena dari situ kita tumbuh dan menemukan jati diri kita sendiri,” pesannya hangat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id