Ilustrasi AI menggantikan pekerjaan manusia (freepik)
INDOZONE.ID - Dunia sedang bergerak cepat menuju era di mana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi fondasi utama berbagai industri. Perusahaan global berlomba mencari talenta yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengimplementasikannya untuk menciptakan dampak nyata.
Di tengah transformasi digital yang semakin pesat ini, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mempersiapkan generasi mudanya agar mampu bersaing dan berkontribusi di era AI.
Semangat Sumpah Pemuda yang lahir hampir seabad lalu mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh persatuan, tetapi juga oleh keberanian generasi mudanya untuk terus belajar, berinovasi, dan berkarya.
Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BINUS University untuk meneruskan semangat tersebut dalam konteks baru: semangat untuk bergerak, berdaya, dan berdampak di era kecerdasan buatan.
Baca juga: Biar Nugas Gak Drama: 12 Shortcut Laptop yang Wajib Dikuasai Mahasiswa Lagi Skripsi!
Melalui program Microsoft Elevate, BINUS telah membangkitkan antusiasme ribuan pelajar, mahasiswa, dan profesional muda untuk mempelajari dasar-dasar AI dan teknologi digital.
Program ini membuka ruang kolaborasi lintas sektor antara pendidikan, industri, dan komunitas, sekaligus membuktikan bahwa semangat belajar dan inovasi generasi Indonesia tetap menyala sama seperti semangat pemuda 1928 yang kini diwujudkan dalam bentuk baru: Generasi AI yang Berdampak.
Menjawab semangat tersebut, BINUS University bersama Microsoft yang merupakan bagian dari program “Microsoft Elevate” melalui platform pembelajaran digital GreatNusa.
Inisiatif ini menjadi gerakan nasional untuk menyiapkan 50.000 pembelajar di seluruh Indonesia dalam menghadapi era AI, sekaligus memperluas akses terhadap pembelajaran digital yang inklusif, relevan, dan berdampak.
Melalui inisiatif AI Career Boost, Microsoft Elevate berfokus pada pengembangan keterampilan digital bagi berbagai kalangan, mulai dari sektor non-profit, asosiasi pekerja, UMKM, komunitas, hingga NGO.
Sebanyak 5.000 peserta akan disiapkan untuk memperoleh sertifikasi Microsoft Fundamental, mencakup dasar-dasar AI, komputasi awan (cloud), dan penerapan teknologi di berbagai industri.
Program ini menjadi langkah nyata untuk mempercepat upskilling dan reskilling masyarakat agar mampu memanfaatkan kekuatan AI dalam menciptakan solusi inovatif yang menghadirkan perubahan nyata bagi diri, komunitas, dan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan