Zohran Mamdani, wali kota baru New York (Instagram/@zohrankmamdani)
INDOZONE.ID - Zohran Mamdani, wali kota baru New York, yang saat ini tengah mencuri perhatian publik bukan hanya karena usia dan rekornya sebagai Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut, tetapi juga karena latar belakang pendidikannya yang berakar kuat pada bidang humaniora.
Zohran menyelesaikan pendidikan di Bowdoin College dengan mengambil jurusan Africana Studies, program yang menitikberatkan pada sejarah, budaya, politik, dan dinamika masyarakat Afrika serta diaspora.
Melalui disiplin ilmu ini, Zohran mempelajari kompleksitas keragaman budaya dan isu sosial global sebagai bekal penting yang kini membentuk gaya kepemimpinannya.
Sejak masa kuliah, Zohran dikenal aktif dalam kegiatan komunitas dan advokasi sosial. Ia terlibat dalam berbagai organisasi yang memperjuangkan kesetaraan ras dan hak imigran.
Pengalaman ini membuatnya peka terhadap isu diskriminasi dan memperkuat keinginannya untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih inklusif.
Bagi Zohran, ilmu budaya bukan sekadar kajian akademik, tetapi alat untuk memahami realitas sosial secara mendalam. Ia percaya bahwa kebijakan publik yang baik lahir dari empati terhadap keragaman masyarakat
Zohran meniti karier dari bawah, bekerja bersama komunitas lokal dan aktif dalam kegiatan sosial di distrik tempat tinggalnya. Kepemimpinannya di tingkat komunitas inilah yang mengantarnya menuju panggung politik nasional Amerika Serikat.
Sebagai wali kota muda, Zohran menepis pandangan kalau jurusan humaniora gak relevan dengan dunia politik modern. Ia justru menunjukkan kalau pemahaman terhadap budaya dan manusia menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang adil dan berdaya.
Pendidikan di bidang budaya memberinya kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi lintas perbedaan, serta perspektif global yang tajam. Selain itu dengan pendekatan empati dan analisis sosial, ia mampu menjembatani kebijakan yang berbasis pada nilai kemanusiaan dan keadilan.
Baca juga: UI dan University of Queensland Bangun Pusat Riset Bersama, Siap Perkuat Inovasi & Pendidikan
Zohran juga berkomitmen untuk memperjuangkan kebijakan inklusif, terutama di bidang pendidikan, perumahan, dan hak imigran.
Kisah Zohran jadi reminder kalau setiap disiplin ilmu memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan. Jurusan ilmu budaya yang sering dianggap teoritis ternyata mampu melahirkan pemimpin yang memahami manusia secara utuh dan membawa nilai kemanusiaan dalam kebijakan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@trainedu.id