Tim “MuridPakSoni” dari ITB. (itb.ac.id)
INDOZONE.ID - Pemandangan penuh penumpang di transportasi umum saat jam sibuk memantik ide tiga mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menghadirkan solusi nyata.
Tim “MuridPakSoni” yang tergabung dari Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi menyabet penghargaan Best Paper Divisi Kota Cerdas pada GEMASTIK XVII (27-30 Oktober 2025) lewat inovasi bernama “CrowdEase” yaitu sistem deteksi kepadatan transportasi umum berbasis AI dan IoT.
Baca juga: Mahasiswa UNAIR Berhasil Raih Juara dengan Inovasi Terapi Sel Punca untuk Diabetes Tipe 1
Anggota tim ini adalah Ammar Naufal, Favian Izza Diasputra, dan Abel Apriliani, dibimbing oleh Dr. Kusprasapta Mutijarsa dan Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat.
CrowdEase dirancang untuk membantu pengguna transportasi umum dan operator layanan publik mengambil keputusan berdasarkan data real-time.
Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan data jumlah penumpang melalui sensor IoT, lalu mengirim ke basis data terpusat untuk dianalisis menggunakan teknologi AI.
Informasi hasil analisis kemudian ditampilkan secara langsung ke pengguna maupun operator. Selain itu salah satu tantangan teknis yang mereka hadapi adalah ketersediaan data operasional nyata.
Kompetisi GEMASTIK XVII memasuki beberapa tahapan mulai dari registrasi dan pengunggahan proposal pada Agustus, penjurian awal di 11 Agustus hingga 2 September, lalu pengumuman finalis pada 5 September.
Tim kemudian mempersiapkan makalah, video presentasi, dan hak cipta sebelum final berlangsung di Bandung.
Proyek CrowdEase akhirnya berhasil mengungguli peserta lain di divisi Kota Cerdas dan membawa pulang penghargaan Best Paper, bukti kalau ide yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat mampu bersaing pada level nasional.
Tim ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, terutama ketika latar belakang anggota berbeda. Refleksi tim juga menunjukkan kalau empati menjadi kunci dalam inovasi smart-city.
Inovasi CrowdEase gak hanya berbicara soal teknologi tinggi, tetapi tentang penerapan yang relevan dengan kondisi Indonesia yang heterogen.
Ke depan, tim berencana untuk mengembangkan prototipe ini lebih jauh agar dapat diimplementasikan dalam transportasi umum dan mendukung operator layanan publik dalam merencanakan rute dan kapasitas penumpang secara lebih efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itb.ac.id