Rektor Unhas (kiri), Wamendiktisaintek (kanan), mahasiswa penerima KIPK (tengah) (ANTARA)
INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan dukungannya bagi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).
KIPK merupakan bagian dari agenda strategis Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, untuk mengurangi kesenjangan terhadap akses pendidikan.
“Kami akan mencari solusi berkelanjutan, karena kondisi sosial ekonomi mahasiswa berpengaruh langsung terhadap kualitas belajar mereka," kata Wamen Stella, saat mengunjungi salah satu mahasiswa penerima KIPK, dikutip Minggu (16/11/2025).
Menurutnya, dukungan ini adalah bentuk investasi jangka panjang buat meningkatkan mutu sumber daya manusia.
Baca juga: Hobi Membaca dan Menulis? Ini 5 Rekomendasi Jurusan Kuliah yang Paling Cocok untuk Pecinta Literasi
Stella juga terus mendorong mahasiswa buat aktif gali potensi dan partisipasi ke berbagai kegiatan akademik di kampus.
“Selama kuliah, banyak sekali kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Mahasiswa harus cermat melihat peluang dan berani mengambil peran. Unhas menyediakan banyak ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Stella.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmennya untuk terus memastikan mahasiswanya tidak ada kendala finansial.
“Pastinya kami harus membantu untuk mencari beasiswa. Tidak ada alasan untuk tidak kuliah di Unhas. Kami akan selalu membantu,” ujarnya saat mendampingi Wamen.
Unhas terus berupaya buat memberikan akses pendidikan lewat berbagai program beasiswa, serta menyiapkan inisiatif lain buat dukung keberlanjutan studi mahasiswanya.
“Kita akan siapkan peluang pekerjaan bagi mahasiswa penerima KIP Unhas, sehingga mereka dapat memperoleh tambahan penghasilan dan tetap fokus menyelesaikan studi,” tambah Rektor Unhas.
Menutup acara, Stella memberikan satu unit laptop, dan Prof. JJ menyerahkan ipad buat menunjang proses pembelajaran bagi penerima KIPK tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA