Ilustrasi mahasiswa mengolah data penelitian (freepik.com)
INDOZONE.ID - Setelah menyebarkan angket, fase berikutnya adalah proses yang sering membuat banyak mahasiswa kebingungan, yaitu mengolah data. Meski terlihat rumit, tahap ini sebenarnya akan jauh lebih mudah jika dilakukan secara runtut.
Proses olah data bukan sekadar memasukkan angka ke aplikasi statistik, tetapi memastikan data benar, relevan, dan siap menjawab rumusan masalah penelitian.
Jadi, dengan mengikuti langkah yang tepat, alur penelitian akan berjalan lebih teratur hingga tiba di tahap penulisan pembahasan.
Baca juga: 6 Tanda Skripsi Red Flag, Mahasiswa Perlu Waspada Biar Gak Telat Lulus!
Tahap pertama selalu dimulai dengan memperjelas apa yang ingin diteliti. Bagian ini meliputi penetapan rumusan masalah, variabel penelitian, serta arah analisis yang akan dilakukan. Dengan mengetahui persoalan inti secara spesifik, proses pengolahan data akan jauh lebih fokus dan terarah.
Setelah masalah ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data sesuai metode penelitian. Pengumpulan data dapat berasal dari kuesioner, dokumentasi, eksperimen, ataupun database tertentu.
Pada tahap ini, penting memastikan kalau data yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan penelitian. Semakin baik metode pengumpulan data, semakin valid hasil analisisnya nanti.
Tahap ini sering diremehkan, padahal sangat menentukan kualitas hasil penelitian. Proses pembersihan data mencakup pengecekan jawaban tidak valid, data duplikat, respons ngawur, hingga error yang berpotensi mengganggu hasil analisis.
Data yang bersih akan membuat hasil uji statistik lebih akurat dan dapat dipercaya. Tanpa data cleaning, risiko kesalahan analisis akan meningkat.
Setelah data siap, saatnya masuk ke proses analisis. Tahap ini dilakukan dengan menggunakan uji statistik yang sesuai dengan rumusan masalah dan desain penelitian.
Analisis bisa dimulai dari statistik deskriptif, lalu dilanjutkan dengan uji lanjutan seperti regresi, korelasi, atau uji-uji lainnya. Pemilihan teknik uji yang tepat sangat berpengaruh pada kualitas kesimpulan penelitian.
Visualisasi data membantu peneliti menampilkan hasil dalam bentuk tabel, grafik, atau chart yang lebih mudah dibaca.
Selain memudahkan pemahaman, visualisasi juga memperjelas pola dan temuan penting yang mungkin tidak terlihat dari angka mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@goalsacademy_id