INDOZONE.ID - Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan inovasi di bidang edukasi yang mudah dipahami dan interaktif guna mendukung penurunan stunting.
Wujud dari inovasi tersebut adalah alat bantu belajar, yang dikenal dengan sebutan “Puzzle Gizi Cerdas: Cegah Stunting dengan Gizi Seimbang”.
Baca juga: Mahasiswa UNAIR Hidupkan Kampung Peneleh Melalui Edukasi Kreatif dan Pengelolaan Limbah Jelantah
Tujuan dari inovasi ini adalah untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam menyampaikan informasi gizi kepada ibu balita.
Media edukasi "Puzzle Gizi Cerdas" dirancang khusus yang terdiri dari 16 kepingan puzzle. Setiap keping puzzle menampilkan gambar panduan Isi Piringku.
Tujuan utama dari perancangan media ini adalah mengubah proses pendidikan gizi menjadi format kegiatan yang menyenangkan, yakni belajar sambil bermain.
Lebih lanjut, di sisi belakang setiap kepingan puzzle terdapat pertanyaan-pertanyaan yang bersifat edukatif dan relevan.
Baca juga: Bongkar Rahasia Viral di Media Sosial, Telkom University Gelar Workshop Storytelling di IPSMF 2025
Contoh dari pertanyaan tersebut adalah pertanyaan mengenai komposisi isi piring yang sesuai untuk balita, seperti “Apa isi piringku untuk balita?”
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Lio, di bawah kepemimpinan Triyanti, S.K.M., M.Sc., Dosen dari Departemen Gizi FKM UI.
Awal dari program ditandai dengan pelaksanaan Training of Trainers (ToT), yang dilaksanakan di Puskesmas Pancoran Mas dan dirancang khusus untuk 20 kader yang mewakili lima RW.
Pentingnya metode edukasi juga disoroti oleh Kepala Puskesmas, dr. Euis Siti Nuryani.
Baca juga: 9 UKM Paling Unik di Indonesia: Dari Fashion Show, Pengabdian Masyarakat, hingga Astronomi
Ia menekankan agar ibu balita dapat memahami pesan gizi dengan gampang, metode edukasi yang digunakan haruslah sederhana, mudah diingat, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fkm.ui.ac.id