Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Sabtu, 31 JANUARI 2026 • 17:00 WIB

Mandiri di Semester 7, Mahasiswa UMM Ini Berani Wujudkan Apotek Impiannya

Mandiri di Semester 7, Mahasiswa UMM Ini Berani Wujudkan Apotek ImpiannyaMelani Rahma Putri (umm.ac.id)

INDOZONE.ID - Melani Rahma Putri, mahasiswi Program Studi Farmasi angkatan 2022 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengelola bisnis apotek 24 jam sembari tetap aktif menjalankan kewajibannya di semester tujuh.

Ia berani membuat keputusan besar tersebut meskipun harus menghadapi tantangan berat dalam membagi waktu antara jadwal praktikum yang padat dan tanggung jawab manajemen usaha

Baca juga: Gemilang! Mahasiswa Manajemen UIN Suska Raih Emas Pencak Silat Riau Championship 2026

Berawal dari Cita-Cita Sejak Sekolah

Mahasiswi asal Kalimantan Selatan ini merupakan lulusan SMK Farmasi yang memilih untuk memperdalam ilmunya di jenjang S1 Farmasi UMM.

Ketertarikannya pada dunia kesehatan sudah tertanam sejak lama, sehingga membuka apotek menjadi perwujudan dari rencana yang telah ia susun sejak masa sekolah.

“Sejak awal memang ingin punya apotek. Dari SMK sampai kuliah, saya berada di jalur farmasi, jadi ini bukan keputusan yang tiba-tiba,” ungkap Melani.

Apotek yang mulai beroperasi pada September 2025 itu, mengusung konsep pelayanan humanis. 

Baca juga: Jemput Bola! Mahasiswa FIKKIA UNAIR Sambangi Rumah Warga Desa Telemung demi Skrining Kesehatan

Melani tidak hanya fokus pada penjualan obat-obatan, tetapi juga menyediakan berbagai layanan kesehatan gratis bagi warga.

Masyarakat dapat melakukan pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga tekanan darah tanpa dipungut biaya apa pun.

Selain itu, ia juga rutin mengadakan penyuluhan kesehatan hingga ke pelosok desa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat.

Manajemen Profesional dan Strategi Digital

Dalam menjalankan usahanya, Melani tetap mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Ia menempati posisi sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA), sementara urusan teknis kefarmasian diserahkan kepada dua apoteker resmi.

“Kami selalu mengedepankan konsultasi sebelum pemberian obat. Pasien ditanya dulu kondisinya, riwayat obatnya, lalu kami jelaskan cara penggunaan dan penyimpanan agar tidak terjadi medication error,” jelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umm.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mandiri di Semester 7, Mahasiswa UMM Ini Berani Wujudkan Apotek Impiannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!