SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta (sdmuhsapen-yog.sch.id)
INDOZONE.ID - SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas berlandaskan nilai keislaman, akademik, dan karakter.
Berdiri sejak 1976, sekolah ini memiliki sejarah panjang dalam mencetak generasi berprestasi, melalui sistem pendidikan yang terpadu dan dinamis terhadap perkembangan zaman.
Simak profil SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, lengkap dengan sejarah berdirinya, sistem pendidikan yang dijalankan, rencana pengembangan, dan juga segelintir prestasi yang pernah diraih.
Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta ini merupakan salah satu institusi pendidikan yang berada di bawah naungan langsung Persyarikatan Muhammadiyah.
Baca juga: Di Forum Internasional, Dosen dan Mahasiswa Kimia UB Borong Penghargaan MJIC 2026 di Malaysia
Sekolah satu ini dikenal sebagai institusi pendidikan yang memiliki keunggalan di kurikulumnya dengan menggabungkan nilai keislaman, keilmuan, dan kemodernan.
Kurikulum tersebut hadir sebagai jembatan bagi para siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan unggul dalam berdaya saing tanpa harus menyampingkan ilmu agama.
SD Muhammadiyah Sapen juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang dan lingkungan belajar yang kondusif. Para peserta didik pun ditawari dengan berbagai pilhan ekstrakurikuler bervariasi, untuk membantunya dalam mengembangkan bakat dan potensi secara optimal.
Dengan mengikuti perkembangan zaman yang cepat, SD Muhammadiyah Sapen akan terus berinovasi dalam mengembangkan kurirkulum pembelajar dengan memanfaatkan teknologi pendidikan.
Salah satu sudut di SD Muhammadiyah Sapen (sdmuhsapen-yog.sch.id)
Baca juga: D-DART Undip Gandeng FK USK untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh
Sekolah yang didirikan pada 1976 ini, lahir dari kebutuhan masyarakat sekitar akan pendidikan bermutu, terjangkau, dan berfokus pada pembentukan karakter.
Di sisi lain, sekolah ini menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Pendekatan tersebut diyakini mampu menciptakan lingkungan belajar yang seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangan aspek emosional siswa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fip.uny.ac.id, Sdmuhsapen-yog.sch.id