Mahasiswa Itera membagikan ilmu mengenai struktur dasar parfum (itera.ac.id)
INDOZONE.ID - Program Studi (Prodi) Rekayasa Kosmetik dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar kegiatan edukatif untuk siswa.
Pada 21 April 2026, tim Itera mengunjungi SMP Cahaya Bangsa School di Metro untuk memberikan pelatihan langsung mengenai pembuatan parfum serta lilin aromaterapi.
Baca juga: Gak Sekadar Main Medsos, Siswa MTsN Dibimbing Jadi Content Creator oleh Mahasiswa UNS
Acara yang mengusung tema “Kreasi Wewangian: Belajar Membuat Parfum Bersama Rekayasa Kosmetik Itera” tersebut merupakan bagian dari agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan konsep sains di balik produk kosmetik secara praktis, sehingga para siswa dapat mengenal bidang teknologi ini sejak mereka masih di bangku sekolah menengah.
Dalam sesi pelatihan, para dosen dan mahasiswa Itera membagikan ilmu mengenai struktur dasar parfum.
Para siswa diajak untuk memahami berbagai jenis aroma, bahan-bahan yang digunakan, hingga aspek keamanan dalam proses produksinya.
Tidak hanya teori, siswa juga mendapatkan pengalaman berharga dengan mempraktikkan langsung cara memformulasi parfum sesuai dengan selera dan kreativitas mereka masing-masing.
Selain fokus pada parfum, pelatihan yang diselenggarakan juga mencakup pembuatan lilin aromaterapi. Media ini dipilih sebagai alat peraga karena menggunakan minyak atsiri yang memiliki efek relaksasi bagi penggunanya.
Baca juga: Mahasiswa UMM Tembus Riset Semikonduktor Taiwan, Kembangkan Teknologi Prediksi Cacat Produksi
Melalui pembuatan lilin, tim Itera ingin menunjukkan bagaimana prinsip ilmu kimia dan rekayasa kosmetik bekerja dalam menciptakan produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Annisaa Siti Zulaicha, M.Si., selaku perwakilan tim dosen, menekankan pentingnya mengubah pandangan masyarakat terhadap industri kosmetik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kosmetik tidak hanya berkaitan dengan kecantikan, tetapi juga ilmu pengetahuan, inovasi, dan peluang industri,” ungkapnya.
Dengan mengajak siswa untuk mempraktikkannya secara langsung, pembelajaran sains akan menjadi pengalaman yang lebih ceria dan relevan dengan realitas yang mereka temui sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Itera.ac.id