Yonsei University. (news.yonsei.ac.k)
INDOZONE.ID - Korea Selatan (Korsel) merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan paling kompetitif di dunia.
Salah satu target utama banyak siswa SMA di Korsel adalah masuk ke SKY, sebutan untuk tiga kampus elite di negara tersebut, yakni Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University.
Persaingan makin terasa karena Korsel memiliki ujian masuk perguruan tinggi bernama Suneung atau CSAT (College Scholastic Ability Test).
Bahkan, pada hari pelaksanaan Suneung, berbagai aktivitas di penjuru negeri ikut menyesuaikan demi menjaga kelancaran ujian tersebut, seperti jadwal penerbangan yang disesuaikan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta ujian pada hari pelaksanaan.
Baca juga: RS UNAND Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis, Bantu Anak-anak Raih Masa Depan Cerah
Lalu, apa saja perbedaan sistem pendidikan Korea Selatan dan Indonesia? Berikut penjelasannya.
Sistem pendidikan Korea Selatan lebih berfokus pada penguatan kemampuan akademik, khususnya di bidang sains, matematika, dan bahasa Inggris.
Metode pembelajarannya juga cenderung menekankan pada hafalan materi dan latihan soal secara intensif untuk mempersiapkan berbagai ujian atau tes.
Sementara itu, sistem pendidikan di Indonesia lebih berfokus pada pengembangan karakter dan nilai moral berdasarkan Pancasila.
Kurikulum di Indonesia juga dinilai lebih fleksibel karena tidak hanya fokus pada mata pelajaran tertentu saja.
Dari sisi metode belajar, Indonesia juga lebih menjunjung pembelajaran aktif dan partisipatif, tempat siswa diajak berdiskusi, bekerja sama, dan memahami materi.
Baca juga: Siswa SMA Belajar Kelola Sampah di TPST UNDIP, Mulai dari Teori hingga Praktik Langsung
Di Korea Selatan, nilai akademik adalah salah satu faktor utama dalam sistem pendidikan. Persaingan antarsiswa sangatlah tinggi karena hasil ujian dianggap menentukan masa depan pendidikan hingga karier mereka.
Hal ini membuat banyak siswa di Korea Selatan memiliki jam belajar yang sangat panjang setiap harinya, bahkan mengikuti kelas tambahan di luar sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Flip