Kamis, 13 FEBRUARI 2025 • 15:43 WIB

Tangkal Serangan Siber, Guru Besar UI Kembangkan Teknik Kriptografi Berbasis Chaos

Author

Guru besar tetap dalam bidang Ilmu Keamanan Data Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T.

INDOZONE.ID - Demi menangkal serangan siber, Guru besar Bidang Ilmu Keamanan Data Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Prof Suryadi mengembangkan teknik kriptografi berbasis chaos.

Prof Suryadi mengungkapkan dari data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), setidaknya telah terjadi 158 serangan siber per detik periode Januari–Juni 2024.

Dari data tersebut, hal ini menjadi peringatan besar bagi seluruh pengguna internet di Indonesia baik individu, organisasi, instansi, maupun perusahaan, bahwa saat ini negara kita sedang dilanda gelombang serangan siber.

Baca Juga: UNY Siap Terima Mahasiswa Baru Tahun 2025

Prof Suryadi menyampaikan isu keamanan lainnya ialah manipulasi gambar (image). Suatu gambar yang dimiliki oleh pelaku selanjutnya dilakukan manipulasi dan diunggah ke media sosial dengan tujuan tertentu, seperti memfitnah, kampanye negatif, dan sejenisnya, atau sekarang dikenal dengan istilah deep fake.

Olehnya itu, Prof Suryadi mengatakan agar hal ini tidak terulang kembali, perlu juga dilakukan upaya dengan menerapkan sistem pendeteksi penyusup yang bersifat dinamis dan pengamanan data dengan menerapkan sistem kriptografi dan steganografi.

“Pengembangan teknik kriptografi yang kami lakukan dengan berbasis fungsi chaos. Teknik ini berpotensi memberikan tingkat perlindungan yang lebih baik terhadap data digital, terutama dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks,” kata Prof Suryadi, Kamis (13/2/2025).

Upaya perlindungan data dan informasi yang dilakukan ini juga mendukung penerapan Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2023 tentang Strategi Keamanan Siber Nasional (SKSN) dan manajemen krisis siber, yang menekankan pentingnya penguatan SKSN.

Baca Juga: Gandeng Karang Taruna Aremba, Mahasiswa KKN UPGRIS Lakukan Sosialisasi Anti Narkoba

Selain itu upaya penguatan kriptografi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 9, yaitu berfokus pada pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDGs nomor 11 yang bertujuan menciptakan kota yang inklusif, aman, tahan bencana, dan berkelanjutan.

Prof Suryadi mengatakan advokasi matematika yang dilakukan melalui penerapan algoritma kriptografi yang inovatif, sehingga dapat tercipta sistem perlindungan data yang lebih efektif.

Selain itu dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih aman, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

“Teknik kriptografi yang efektif harus mampu untuk melindungi data, baik pada saat disimpan maupun ditransmisikan. Riset yang kami kembangkan melalui dua pendekatan yakni enkripsi dengan metode keystream cipher dan enkripsi menggunakan block cipher,” kata Prof Suryadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU