Selasa, 15 APRIL 2025 • 17:31 WIB

UGM Terjunkan 213 Mahasiswa Melaksanakan KKN-PPM di DIY dan Jateng

Author
 
INDOZONE.ID - Sebanyak 213 mahasiswa diterjunkan untuk mengikuti kegiatan program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat  (KKN-PPM) di Jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 
Ratusan mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program kerja di 18 desa dan kelurahan yang berada di enam kabupaten/kota, serta sembilan kecamatan selama 50 hari, sejak 11 April hingga 30 Mei mendatang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito mengatakan program KKN-PPM UGM adalah tanggung jawab moral, sosial, dan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai insan perguruan tinggi.

Arie mengajak mahasiswa untuk memahami program KKN bukanlah sebagai beban, melainkan ajang untuk mengabdi ke masyarakat.

Saya yakinkan bahwa KKN bukan sebuah beban, tetapi bagian dari tanggung jawab kita bersama. Jalanilah dengan senang hati dan jangan merasa paling hebat," ujar Arie Sujito dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (15/4/2025).

"Kita belajar bahwa intelektualitas saja tidak cukup, pengetahuan yang dimiliki belum dapat langsung disampaikan ke masyarakat. Kita perlu menyampaikan dengan pendekatan kultural, pendekatan informal untuk membangun relasi kepada masyarakat secara efektif,” sambungnya.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran PMK, Fapet UGM Bentuk Satgas PMK dengan Fokus Awal di Gunung Kidul

Arie tidak lupa mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan KKN sebagai ruang belajar yang menyenangkan, dan penuh makna sekaligus pentingnya menjaga keselamatan dan menjunjung tinggi semangat kolaborasi.

Menurutnya, pelaksanaan KKN-PPM selalu menjadi sarana belajar berkolaborasi serta berbagi pengalaman dari masing-masing lokasi.

"Harapannya agar KKN-PPM UGM dapat memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat dan mahasiswa melalui penerapan program kerja dan interaksi bersama masyarakat dalam keseharian," ucap Arie.

Dalam kesempatan yang sama, Desy Putri Handayani selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unit Ngaglik, membagikan kiat dan harapan untuk kelancaran program di unit yang dibimbingnya.

BACA JUGA: UGM Tegaskan akan Tangani Dugaan Kekerasan Seksual oleh Guru Besar Farmasi

Kami bersama-sama membantu mendampingi masyarakat untuk membuat biokompos dengan bertemu warga dan pemerintah setempat untuk mendiskusikan permasalahan yang ada. Harapannya agar rencana kami dapat terlaksana dan mengatasi permasalahan masyarakat,” kata Desy.

Harapan serupa juga turut disampaikan salah satu mahasiswa peserta KKN-PPM, Brilliant Alendra Adianfra, dari Unit Ngablak mempunyai program unggulan berupa, edukasi dan pengajaran untuk siswa-siswa SD dan SMP.

Program ini sengaja dikhususkan untuk siswa SD dan SMP agar lebih tepat sasaran sebab di lokasi KKN angka siswa di tingkat tersebut merupakan yang paling tinggi,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU