Rabu, 02 JULI 2025 • 17:16 WIB

Mahasiswa KKN UNDIP Bagikan Pupuk Mikroorganik dari Olah Limbah Rumah Tangga di Dusun Sokowolu

Author

Penyerahan pupuk dari mahasiswa KKN Undip

INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro membagikan pupuk organik hasil fermentasi ke petani enam rukun tetanga di Dusun Sokowolu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 28 juni 2025 ini merupakan tindak lanjut pelatihan pupuk mikroorganik yang diselenggaran pada awal Juni lalu. 

Kala itu, mahasiswa KKN Undip menggelar pelatihan pembuatan pupuk mikroorganik bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Makmur. 

Baca juga: Perjalanan Tim Undip Mengikuti Liga Esports Nasional Mahasiswa 2025 hingga Masuk 16 Besar

Pembuatannya menggunakan metode fermentasi sederhana dengan limbah dapur seperti sisa sayuran, kulit buah, dan nasi basi yang dipadukan dengan mikroorganisme lokal sebagai aktivator. 

Proses fermentasi berlangsung antara 7 hingga 14 hari hingga menghasilkan pupuk mikroorganik yang memiliki aroma manis menyerupai tape.

Pemberian pupuk tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat, namun juga langkah konkret untuk memulai praktik pertanian yang lebih lestari. 

Para petani menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang mahal dan beresiko merusak lingkungan dalam jangka panjang.

Baca juga: Indozone dan FIB Undip Perpanjang Kerja Sama hingga 2026, Mahasiswa Dapat Banyak Keuntungan!

"Pupuk ini mudah dibuat dan hasilnya bisa langsung kami manfaatkan untuk tanaman di kebun." kata Sutarmi, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Makmur. 

Ia berharap program ini dapat berlanjut ke depan. Tidak hanya berhenti di urusan pupuk, warga ingin mendapat dukungan lanjutan dalam pengelolaan limbah organik, baik dari kampus maupun pemerintah desa setempat. 

Pupuk dari pengolahan limbah dapat warga gunakan untuk tanaman perkebunannya. Selain itu, pupuk organik juga bisa punya nilai ekonomis bila diproduksi secara massal dan dipasarkan sebagai produk ramah lingkungan khas Desa Tajuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU