Sabtu, 05 JULI 2025 • 17:07 WIB

Gak Bikin Ribet, Mahasiswa Doktoral ITS Kembangkan Game Buat Literasi Keuangan yang Mudah dan Menyenangkan

Author

Rabendra Yudistia Alamin sedang presentasi mengenai board game (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Literasi keuangan jadi salah satu pembelejaran penting, khususnya bagi kamu yang sudah ingin mengatur keuangan dengan baik sejak dini. Cara ini dilakukan supaya kamu tahu mana prioritas pengeluaran atau tabungan.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum paham atau bahkan sadar mengenai literasi keuangan. Entah dengan alasan malas untuk belajar atau dianggap terlalu rumit. Tapi bagaimana jika belajar tentang literasi keuangan melalui game?

Salah satu mahasiswa program doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Rabendra Yudistira Alamin mengembangkan inovasi board game. Inovasi ini tertuang dalam disertasinya. 

Lebih jelasnya, inovasi ini merupakan permainan edukasi literasi keuangan tata harga, jadi Game Based Learning. Permainan ini dibuat lebih adaptif untuk siswa SMA/SMK dan sederajatnya.

Baca juga: Masih Belum Dapat Kampus? UPNVJ Buka Seleksi Mandiri Gelombang 2, Ini Dia Biaya, Syarat, dan Jadwal nya

Dibuat Terstruktur dan Adaptif

Rabendra bilang kalau inovasi pengembangan ini tetap melalui pendekatan ilmiah. Selain itu juga terstruktur dengan kerangka Adaptive Game Based Learning (AGBL). Kerangka ini pun dibuat dengan lintas bidang. 

Orang-orang yang terlibat antara lain desainer permainan, guru SMA, konsultan keuangan, dosen akuntansi, board game publisher, hingga CEO pelatihan keuangan. 

“Hasilnya, permainan menjadi lebih interaktif dan adaptif sehingga materi keuangan mudah dipahami,” ungkapnya.

Tata harga dalam bentuk game ini dibuat dengan skenario nyata. Dalam permainan, pemain bakal berhadapan dengan pilihan finansial seperti investasi, tabungan, beli kebutuhan, bahkan donasi. Permainan ini bukan sekadara mengejar kekayaan, tapi juga menekankan pentingnya keseimbangan buat mengelola aset, bahagia, dan kontribusi ke masyarakat. 

Baca juga: Beasiswa ke Kanada Dibuka! Kesempatan Kuliah di University of Toronto Full Gratis, Slot Terbatas

Berawal dari Pengabdian ke Masyarakat

Rabendra ngaku kalau pengembangan game tata harga ini berawal dari pengabdian masyarakat, tapi kemudian dikembangkan. Pria yang akrab dipanggil Bendra tersebut mengembangkan bersama tim. 

Ia menyusun kerangka dengan metode delphi, mengumpulkan para pakar lewat survei berulang. Proses ini berlangsung dari April 2023 sampai Juni 2023. 

Baca juga: 15 Jurusan Kuliah dengan Risiko Pengangguran Tertinggi, Apa Saja?

Hasilnya Jauh Lebih Efektif

Pada tahap selanjutnya, ia fokus pada pembuatan prototipe yang pastinya mengacu pada kerangka AGBL. 

“Prototipe diuji coba bertahap dengan melibatkan komunitas board game, peserta seminar, pengunjung kafe edukatif, dan beberapa pakar,” bebernya.

Prototipe tata harga ini diuji coba di SMKN 1 Mojokerto dan SMKN 12 Surabaya. Sebanyak 60 siswa lebih dengan latar belakang berbeda ikut dalam uji coba ini.

Hasilnya, terdapat adanya peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa yang lebih signifikan. Pendekatan lewat game ini bisa menciptakan pengalaman belajar yang jauh lebih efektif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. 

Baca juga: Siap Dukung Startup Mahasiswa, UI Selenggarakan Hackathon dengan Fokus Berbasis Teknologi

Jadi Inspirasi Produk

Pengembangan dengan metode AGBL ini gak hanya berhenti sampai sini. Riset ini menginspirasi produk lain seperti  Cashflowpoly Entrepreneur Edition

Bedanya, permainan ini dirancang buat siswa SD dan SMP. Permainan ini juga telah diproduksi massal jadi media untuk belajar literasi keuangan dan kewirausahaan di banyak sekolah di Indonesia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU