INDOZONE.ID - Kamu tertarik dengan beasiswa ke luar negeri tapi belum tahu cara bikin esai yang dilirik penyelenggara beasiswa?
Ternyata, ada banyak jenis esai yang diminta dalam proses seleksi. Setiap penyedia beasiswa pun punya ‘selera’ masing-masing soal isi dan gaya penulisan esai yang mereka cari.
Nah, supaya kamu nggak gagal hanya karena salah nulis esai padahal kamu sudah memenuhi syarat lainnya, kamu perlu cari tahu lebih dalam seperti apa sih esai yang sesuai dengan kriteria beasiswa tujuanmu.
Apa Itu Esai?
Esai adalah bagian penting dari aplikasi beasiswa. Lewat esai, penyelenggara bisa melihat siapa kamu sebenarnya, motivasimu, potensi akademik, pengalaman, sampai rencana masa depanmu.
Baca juga: Beasiswa ke Kanada Dibuka! Kesempatan Kuliah di University of Toronto Full Gratis, Slot Terbatas
Esai ini sering jadi penentu utama apakah kamu akan lanjut ke tahap berikutnya atau tidak.
Meskipun tujuan dari tiap esai umumnya sama, yaitu menggambarkan siapa dirimu dan ke mana kamu akan melangkah, format dan fokus penulisannya bisa sangat berbeda.
Jenis Esai Beasiswa Luar Negeri yang Wajib Kamu Tahu
Yuk, kenali satu per satu jenis esai yang wajib kamu tahu sebelum daftar beasiswa ke luar negeri!
1. Motivational Letter
Surat motivasi biasanya diminta untuk mengetahui alasanmu memilih jurusan dan negara tujuan.
Kamu juga bisa menjelaskan apa yang membentuk minatmu, latar belakang pendidikan, serta visi masa depan.
Jenis ini umum diminta dalam beasiswa seperti MEXT (Jepang), DAAD (Jerman), Eiffel Excellence Scholarship (Prancis), dan Stipendium Hungaricum (Hungaria).
2. Personal Statement
Kalau motivational letter fokus pada “apa yang ingin kamu capai,” personal statement lebih ke “siapa kamu sebenarnya.”
Isinya berupa cerita perjalanan hidup, nilai (value) yang kamu pegang, tantangan yang kamu lewati, dan bagaimana itu semua membentuk impianmu.
Beasiswa yang meminta esai ini antara lain LPDP, Rhodes Scholarship, Gates Cambridge, hingga Knight-Hennessy Scholars dari Stanford.
3. Study Plan
Study plan berisikan susunan rencana studimu secara teknis dan mendalam. Apa saja yang dijelaskan?
Kamu perlu menjabarkan apa yang akan kamu pelajari, topik yang akan ditekuni, dan alasan mengapa kamu memilih universitas tersebut.
Esai ini banyak diminta oleh beasiswa dari Chinese Government Scholarship (CGS), Taiwan ICDF, GKS (Korea Selatan), dan Turkiye Burslari.
4. Statement of Purpose (SoP)
Mirip tapi berbeda dengan study plan, SoP lebih akademis. Penjabarannya berfokus pada kesiapanmu secara intelektual.
Di sini kamu menekankan pada latar belakang ilmiah dan profesional yang membuatmu layak diterima di program studi tujuanmu.
Jenis ini biasanya digunakan dalam seleksi Fulbright (USA), Erasmus Mundus Joint Degree, Australia Awards, dan New Zealand Scholarships.
Baca juga: Beasiswa Kuliah Gratis ke Korea: Namhae University Bidik 20 Siswa Lulusan SMA/SMK Jatim
5. Research Proposal
Esai untuk program riset umumnya khusus untuk pasca sarjana. Untuk itu kamu perlu menyiapkan proposal penelitian.
Layaknya proposal penelitian, kamu menjelaskan latar belakang dan urgensi penelitian, rumusan masalah, metode penelitian, dan kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan atau masyarakat.
Beberapa beasiswa yang meminta proposal ini adalah Fulbright PhD, DAAD Research Grants, Gates Cambridge, dan skema riset dari LPDP.
6. Development Impact Statement
Jenis esai ini menekankan kontribusi yang akan kamu berikan setelah studi selesai. Fokusnya pada dampak nyata bagi negara asal atau komunitas tertentu.
Esai ini penting dalam beasiswa seperti Australia Awards, Chevening, New Zealand MFAT, dan LPDP (melalui esai kontribusi dan rencana pascastudi).
7. Leadership & Community Involvement Essay
Esai ini diperuntukkan untuk kamu yang aktif berorganisasi, memimpin proyek sosial, atau punya inisiatif di komunitas.
Singkatnya esai ini untuk kamu yang tidak hanya cerdas tapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki jiwa kepedulian tinggi.
Baca juga: Finders University Australia Buka Beasiswa Fully Funded S2-S3, Simak dan Catat Syarat dan Caranya!
Biasanya diminta dalam seleksi Schwarzman Scholars, Yenching Academy (China), Knight-Hennessy, dan juga bagian penting dalam aplikasi LPDP.
Jadi sebelum kamu menulis esai, kamu perlu ketahui dulu karakter dari beasiswa pilihanmu.
Apakah mereka menekankan dampak sosial, fokus akademik, atau pengalaman pribadi? Jangan sampai salah target ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@official.otca