Jumat, 11 JULI 2025 • 09:40 WIB

Cara Membagi Waktu Kuliah dan Kerja: Mahasiswa Wajib Tahu 2 Jurus Ampuh Ini!

Author

Ilustrasi kewalahan kerja dan kuliah (freepik)

INDOZONE.ID - Sebagai mahasiswa, kamu seringkali dituntut banyak hal. Aktivitas akademik yang padat terkadang terasa mencekik. Ditambah lagi, adanya keinginan untuk bekerja paruh waktu demi sedikit meringankan pengeluaran.

Namun, alih-alih meringankan beban, kamu justru bisa merasa kewalahan, sulit fokus, dan akhirnya ambyar.

Jika kamu mengalami hal yang sama, jangan khawatir. Kemampuan fokus ternyata bisa ditingkatkan, lho. Dan kemampuan ini dapat memberikan perbedaan besar jika kamu mampu mengaplikasikannya.

Mari kita bahas strategi sederhana untuk mengembalikan fokusmu, baik di kelas maupun saat bekerja.

Cara Membagi Waktu Kuliah dan Kerja

Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk membagi waktu kuliah dan kerja:

Strategi 1: Beranikan Diri Lakukan Hal yang “Membosankan”

Mungkin kamu bingung dan merasa aneh. Secara umum, saat pikiran penuh, tubuh langsung memberikan sinyal ke otak dan mendorongmu mencari hal-hal yang seru untuk menghibur diri.

Pada dasarnya, ini biasa kita sebut "healing", tetapi tahukah kamu, ketika otak "panas" dan overheat, justru kamu perlu menstimulasi otak untuk melakukan hal yang "membosankan".

Baca juga: 3 Tips Buat Mahasiswa Baru yang Wajib Diketahui Sebelum Masuk Kuliah, Biar Gak Kaget!

Hal "membosankan" ini mengacu pada aktivitas monoton dan minim stimulasi seperti: membaca buku ringan (bukan pelajaran), jalan kaki santai tanpa headphone, stretching singkat, meditasi, atau hanya diam menatap dinding.

Hal simpel seperti ini akan meredakan otakmu dan mereset hasrat keinginan akan stimulasi yang berlebihan.

Dan saat kamu kembali melanjutkan pekerjaan, otak yang sudah ter-reset tanpa adanya hasrat lain akan membuatmu merasa lebih ringan, tenang, dan lebih "rewarding" saat melanjutkan tugasmu.

Strategi 2: Kuasai Seni Single Tasking, Jauhi Multitasking

Tidak jarang banyak orang yang membanggakan skill multitasking. Tapi kamu perlu tahu, produktivitas optimal justru tercapai ketika tugas dilakukan satu per satu tanpa memecah belah perhatian.

Ketika multitasking, otak tidak bekerja optimal. Justru otak sedang berusaha keras untuk berpindah-pindah tugas (task switching) dengan cepat.

Alhasil, pekerjaan tidak maksimal, kurang efisien, dan menguras banyak energi.

Baca juga: Study Plan yang Bisa Ditiru MABA Biar Gak Bingung, Jangan Cuma Belajar di Kelas Aja

Pelajari cara membagi waktu. Hal baru bisa menjadi kebiasaan dengan cara dipaksakan. Tubuh akan merekam kebiasaan hingga membentuk "muscle memory".

Kamu bisa mencoba untuk membagi dua hal di waktu berbeda, misalnya pagi-siang fokus mengerjakan tugas, siang-malam fokus kepada kerja paruh waktu.

Pembagian yang jelas akan menghindarkanmu dari pemikiran terkait pekerjaan lain. Ini akan membantumu meningkatkan kualitas kerjamu.

Cobalah belajar pelan-pelan membiasakan diri. Memang sulit pada awalnya, mengingat seringnya terpapar dengan budaya multitasking dan keinginan menyelesaikan banyak hal bersamaan.

Namun, kamu akan terkejut melihat bagaimana otak merespons dan produktivitasmu meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@sharedbyjan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU