Kamis, 10 JULI 2025 • 16:21 WIB

Dorong Pertanian Modern, Mahasiswa KKN UNDIP Rancang Masterplan Greenhouse Teh dan Tomat Ceri di Dusun Kaliajeng

Author

kegiatan KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2025/2026 (sumber: dok. pribadi)

INDOZONE.ID - Langkah nyata buat ngebangun kemandirian pangan dan ekonomi lokal baru aja dimulai dari Dusun Kaliajeng, Desa Tajuk, Kabupaten Semarang. Lewat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro tahun akademik 2025/2026, para mahasiswa bareng warga dusun kompak bikin gebrakan membangun greenhouse modern yang bakal fokus ke budidaya teh dan tomat ceri.

Tapi, ini bukan greenhouse biasa. Proyek ini dirancang dengan konsep ramah lingkungan, teknologi kekinian, dan pastinya berkelanjutan. Yang bikin makin keren, sistem kelistrikan di greenhouse ini pakai panel surya alias tenaga matahari. Jadi, gak cuma hemat energi, tapi juga peduli lingkungan.

Greenhouse ini juga nggak asal bangun. Lokasinya udah ditentukan lewat observasi langsung dan data historis, biar aman dari potensi bencana kayak longsor, banjir, atau angin kencang. Semuanya dipikirin matang, dari desain sampai sistem irigasi otomatis yang didukung panel surya buat pengaturan suhu dan kelembaban.

Baca juga: Warisan Rasa dari Sokowolu: Teh Sangan Dapat Panggung Lewat Inovasi KKN UNDIP

Mahasiswa KKN UNDIP juga nggak cuma bangun, tapi ngasih edukasi langsung ke warga, kelompok tani, dan anak muda Karang Taruna. Mereka ngajarin cara pembibitan yang bener, mulai dari milih benih unggul, media tanam yang tepat, sampai teknik penyemaian sesuai standar hortikultura modern. Semua diajarin lewat praktik di lapangan, biar bisa langsung dipraktikkan.

Gak berhenti di situ, aspek keselamatan kerja juga diperhatikan. Mahasiswa ngajarin penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, masker, pelindung mata, dan sepatu bot, terutama saat proses penyemprotan atau olah bahan organik. Jadi, petani lokal bisa kerja lebih aman dan profesional.

Tim KKN UNDIP dan Warga Dusun Kaliajeng (sumber: dok. pribadi)

Kepala Dusun Kaliajeng, M. Abdul Aziz, antusias banget sama ide ini. Dia bahkan siap sedia nyiapin lahan buat lokasi pembangunan. "Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari teman-teman mahasiswa KKN. Kalau memang bisa membawa manfaat jangka panjang bagi dusun kami, saya siap memfasilitasi," kata beliau waktu diskusi bareng warga.

Sementara dari kalangan anak muda, dukungan juga datang dari Karang Taruna. Amat, salah satu anggotanya, bilang kalau proyek ini bikin generasi muda punya semangat baru. “Kami anak-anak muda di dusun Kaliajeng butuh ruang untuk berkembang. Rancangan ini membuka mata kami bahwa pertanian bisa dikelola secara modern dan menarik,” ucapnya. Mereka pun siap turun tangan bantu pembangunan, asal tetap didampingi sampai benar-benar jalan.

Baca juga: Mahasiswa KKN UNDIP Gali Napas Budaya di Lereng Merbabu: Wahyu Budi Utomo, Kesenian yang Hidup Bersama Warga Dusun Macanan

Menariknya lagi, hasil panen teh dan tomat ceri nanti gak cuma dijual lokal, tapi bakal dipasarkan lewat media sosial dan e-commerce dengan branding khas Dusun Kaliajeng. Jadi, pasar bisa tembus sampai luar daerah.

Kolaborasi ini jadi contoh nyata bahwa teknologi, semangat gotong royong, dan inovasi bisa membawa perubahan besar. Kalau semua berjalan lancar, Dusun Kaliajeng bisa jadi role model dusun mandiri yang siap menghadapi tantangan zaman. Siapa bilang pertanian itu jadul? Di sini, justru jadi masa depan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU