Sabtu, 12 JULI 2025 • 12:30 WIB

Kisah Luki Ramdani: Mahasiswa Penerima KIP-K yang Ubah 700 Ribu Jadi Miliaran Rupiah

Author

Luki Ramdani yang sedang mempersiapkan usahanya (Instagram/@lukirmdani)
INDOZONE.ID
Dengan keterbatasan, bukan berarti gak punya tekad kuat untuk berubah, termasuk dalam pendidikan. Banyak orang yang memang mendapatkan mahasiswa, tapi gak semua bisa mengatur yang didapat dengan baik.

Berbeda dengan salah satu orang penerima KIP-K yang satu ini. Salah satu mahasiswa membagikan ceritanya sebagai penerima KIP-K bernama Luki Ramdani.

Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Perkenalkan Pengolahan Limbah Jadi Lilin Aromaterapi dan Ecoenzyme di Desa Prapag Lor

Uang beasiswa Rp700.000 per bulan, ia lebih menabung uang tersebut selama empat semester. Bukan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

“Alhamdulillah, semuanya berawal dari uang KIPK. Dulu hanya menerima 700 ribu per bulan dari bidikmisi. Tapi uang itu tidak saya gunakan untuk hidup, saya tabung selama 4 semester. Gak saya ambil sepeser pun,” tulisnya dalam Instagram/@lukirmdani.

Baca juga: Bangga! 3 Mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung Raih Juara International Business Plan Competition 2025 di Malaysia

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia pun harus mencari kerja sampingan. Pada semester 1, ia masih bekerja sebagai tukang tambal ban untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan, di semester dua, ia juga bekerja sebagai ojek online. 

Luki Ramdani berfoto di lorong kelas (Instagram/@lukirmdani)

Namun, keputusan yang diambil ini justru membuatnya lebih gigih dan tekun, untuk meraih apa yang diinginkan. Ia juga bisa paham bertahan hidup dan hanya mengandalkan dirinya sendiri.

Masuk ke semester 3, ia mulai magang di salah satu pabrik di daerah Cikarang. Gak sampai situ, pada semester 4 pun ia juga menjadi sales keliling. 

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan Non Ikatan Dinas Segera Ditutup, Cek Selengkapnya

Tantangan semakin besar saat mencoba memulai bisnis pada semester 5. Uang dari KIP-K yang dikumpulkan digunakan sebagai modal. Dengan risiko besar, ia tetap nekad untuk memulai. Apalagi jika gagal, tabungannya selama ini bisa ludes dalam waktu cepat. 

Namun, siapa yang menyangka, justru bisnisnya mulai berkembang bahkan harus merekrut banyak karyawan. Perkembangan positif terus ditunjukkan. Ia juga gak malu untuk terus belajar dan beradaptasi.

Perlahan-lahan hasil dari usahanya pun terlihat. Ia berhasil mendapatkan Rp1 miliar pertama pada semester 7 dari usaha yang telah dibangun. 

Baca juga: Sodor Saga: Inovasi Permainan Edukatif Buat Bantu Meningkatkan Kerja sama Anak

Perjuangannya gak berhenti sampai situ saja. Ia juga berhasil lulus tepat, setelah 4 tahun kuliah, dan langsung lanjut untuk studi pascasarjana.

“Buat kamu yang sekarang lagi ragu buat mulai: percayalah, bukan soal seberapa besar modalmu. Tapi seberapa besar keyakinan dan keberanianmu untuk mencoba. Karena sering kali, langkah pertama memang yang paling berat, tapi juga paling menentukan,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@lukirmdani, Instagram/@kamusmahasiswa

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU