INDOZONE.ID - Dua mahasiswa Universitas Padjadjaran M. Haidar Hafizh Daniar dan Rahadhatul Azelia, berhasil mendapatkan medali emas pada gelaran Pekan Inovasi Nasional, yang digelar di Universitas Mercu Buana.
Pada ajang ini, mereka membuat inovasi dengan menciptakan board game edukatif bernama “LEJEN” (Learn and Explore Jejak Nusantara). Game ini mengusung konsep belajar yang lebih interaktif mengenai budaya Indonesia. Bahkan, game ini juga sudah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Mereka juga bekerja sama dengan mahasiswa ITB, membuat LEJEN sebagai media inovatif dengan target kalangan pelajar dan masyarkat umum.
Board game ini memang dirancang buat belajar terkait budaya Nusantara yang lebih menyenangkan. Bukan cuma itu, board game ini dirancang untuk mengedukasi lewat permainan yang interaktif.
Ditambah adanya gabungan elemen sejarah, kebudayaan, hingga petualangan, jadi makin menarik dan seru.
Baca juga: Kena Omel karena Gak Paham? Cek Istilah Fenomena, Masalah, atau Gap Penelitian
“Media pembelajaran kami ini berbeda dengan board game yang sudah ada, karena LEJEN mengintegrasikan dua materi, yaitu SDGs dan kebudayaan lokal. Melalui board game ini, teman-teman atau generasi muda bisa lebih memahami SDGs sekaligus turut melestarikan kebudayaan lokal,” ujar Azelia.
Ajang PIM ini juga bekerja sama dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA). Seluruh peserta memamerkan karya nya secara terbuka dan langsung dinilai oleh juri, serta ada interaksi langsung dengan pengunjung.
Baca juga: Kreatif! Mahasiswa KKN Undip Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi
Azelia mengungkapkan kalau pembuatan board game ini melewati tahapan panjang. Namun, ini bukan menjadi penghambat, tapi justru semakin semangat berkolaborasi. Mereka terus melakukan riset secara intensif dan menyusun konsep permainan sedemikian rupa.
Di awal, seluruh pembiayaan dilakukan secara mandiri. Jadi, mereka bukan cuma membuat produk edukatif, tapi juga membuatnya lebih efisien dari biaya nya. Mereka juga turun langsung melakukan tahap uji coba pada SMP Negeri 1 Jatinangor.
“Respons mereka sangat antusias, dan para guru juga menyampaikan bahwa materi yang kami bawakan melalui LEJEN selaras dengan kurikulum yang mereka ajarkan. Itu menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus semangat mengembangkan produk ini,” ujar Haidar.
Haidar dan Azelia berharap kalau LEJEN bisa diproduksi skala lebih besar kedepannya. Lalu bisa digunakan sebagai media belajar menyenangkan di sekolah, sekaligus ajang pelestarian budaya.
Perolehan HKI yang didapat, bisa membuat mereka lebih optimis untuk diikutsertakan berbagai ajang inovasi dan dikomersialisasikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id