Sahwahita Raisya Putri Ariwibowo dengan karyanya (fpik.unpad.ac.id)
INDOZONE.ID - Sahwahita Raisya Putri Ariwibowo, mahasiswi jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, mendapatkan juara 3 pada ajang Poster & Presentation Competition pada acara NUS Young Fellowhsip Programme 2025.
Lomba ini diselenggarakan di National University of Singapore (NUS), akhir bulan lalu. Sahwita mempresentasikan karyanya berjudul “How Gen AI Change the PhD Studies in the Aspect of Assisted Peer Review”.
Baca juga: ITS Kembangkan Produk Air Minum HE2O, Gandeng Mitra UMKM, Industri, hingga Pemerintah Daerah
Ditampilkan di Depan Presiden
Ia mengangkat bagaimana peran AI dalam transparansi, efisiensi, dan keadilan pada proses peer review. Dalam hal ini, ia mengambil konteks pada riset tingkat program doktoral. Karyanya ditampilkan dalam bentuk poster serta presentasi oral langsung.
Untuk penilaian sendiri, dilakukan oleh profesor terkemuka. Bukan cuma itu, poster ini pun juga ditampilkan dihadapan Presiden NUS, akademisi, dan peserta lainnya.
Baca juga: Kisah Luki Ramdani: Mahasiswa Penerima KIP-K yang Ubah 700 Ribu Jadi Miliaran Rupiah
Karya ini dianggap menonjol karena ide yang unik, kedalaman analisis, serta penjelasan yang kuat. Dengan tiga hal tersebut berhasil menarik perhatian di tengah situasi kompetisi yang ketat. Ditambah pesertanya berasal dari berbagai negara.
Sahwahita sukses memaparkan gagasannya mengenai teknologi AI secara ilmiah, serta konstruktif.
Sahwahita Raisya Putri Ariwibowo bersama teman-teman (unpad.ac.id)
Tentang NUS Young Fellowship
Program NUS Young Fellowship Programme adalah program fully funded yang diadakan oleh NUS Graduate School. Program ini bertujuan untuk mahasiswa unggulan merasakan pengalaman akademik intensif selama satu bulan. Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “AI and PhD Research”.
Pencapaian Sahwahita untuk ikut serta pada program ini adalah cerminan komitmen dari FPIK Unpad, khususnya dalam mendukung mahasiswa untuk aktif berbagai forum internasional.
Prestasi ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa lain, sivitas akademika Unpad, untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan yang lebih inklusif serta berdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unpad.ac.id, Fpik.unpad.ac.id