INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin, Alda Novianti Putri Patuang, melaksanakan program kerja bertajuk "Edukasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual serta Pemberian Wadah Aduan" di SMPN 9 Lembang, Desa Benteng Paremba, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, sekaligus menyediakan berbagai wadah pengaduan yang aman dan mudah diakses
Salurannya bisa melalui kotak surat (kotak aduan), barcode (QR code) untuk pengaduan daring, serta penyebaran survei identifikasi korban kekerasan seksual.
Baca juga: 8 Kursus Seram dan Unik di Dunia, dari Parapsikologi sampai Monster di Universitas Top
Kegiatan dimulai dengan sesi edukasi yang interaktif dan terbuka, disertai diskusi langsung bersama para siswa.
Alda juga membagikan survei identifikasi korban kekerasan seksual yang dirancang berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Survei ini menjadi upaya awal dalam pemetaan kasus dan risiko kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Dalam pemaparannya, Alda mengungkapkan bahwa masih banyak siswa yang belum memahami bentuk-bentuk kekerasan dan pelecehan seksual secara menyeluruh.
Baca juga: 5 Basic Skill yang Mahasiswa Baru Wajib Punya, Biar Gak Bingung Pas Masuk Kelas
"Masih banyak siswa SMP yang belum memahami apa saja jenis dari kekerasan dan pelecehan seksual. Bahkan banyak dari mereka yang tidak mengetahui bahwa catcalling termasuk dalam bentuk pelecehan seksual," ujar Alda kepada Z Creators INDOZONE, Sabtu(26/7/2025).
Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil diskusi dan pengisian survei, banyak siswa yang secara tidak langsung pernah menjadi korban pelecehan seksual secara verbal.
Pelecehan verbal itu seperti siulan, komentar bernuansa seksual, atau catcalling, namun belum menyadarinya sebagai bentuk kekerasan.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Alda menyediakan kotak aduan fisik yang diletakkan di depan ruang kepala sekolah, serta membuat QR code (barcode) yang mengarahkan langsung ke formulir pengaduan digital.
Baca juga: Dorong Promosi Digital Desa Wisata, Mahasiswa KKN Undip Perkenalkan Media QR Code Interaktif
Barcode tersebut ditempel di berbagai titik strategis seperti mading, lorong kelas, dan sudut-sudut sekolah agar mudah dijangkau oleh siswa.
Wadah pengaduan ini dikoordinasikan bersama oleh pihak sekolah dan mahasiswa KKNT sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap suara siswa bisa tersampaikan secara aman dan ditindaklanjuti dengan bijak.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bentuk nyata menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung