Sabtu, 26 JULI 2025 • 16:27 WIB

Prilly Latuconsina Kenang Saat Aktif Jadi Mahasiswa LSPR, Anggap Teguran Dosen Sebuah Privilege

Author

Prilly Latuconsina dalam sesi "Inspirational Career Journey" (Indozone)

INDOZONE.ID - LSPR Institute of Communication and Business (LSPR Institute) menggelar acara LSPR Alumni Summit & Awards 2025. Acara ini dihadiri berbagai alumni LSPR, yang aktif di berbagai bidang pekerjaan.

Salah satu alumni LSPR yang hadir adalah Prilly Latuconsina, Founder & Chief Marketing Officer (CMO) Sinemaku Pictures. Prilly juga dikenal sebagai salah satu aktris muda yang sudah malang melintang di dunia akting. 

Pada acara ini, Prilly mengenang kembali masa-masa kuliah, serta membagikan pengalamannya kepada hadirin yang datang. Ia merasa, dengan belajar di LSPR, bisa jadi fondasi untuk menjalani kehidupan.

Baca juga: Punya Banyak Followers Sosial Media? Ini Dia Kampus yang Buka Jalur Influencer

“Karena saya percaya belajar di LSPR itu bukan hanya belajar teori, tapi juga belajar kehidupan. Yang akhirnya sampai saat ini masih saya pegang,” ujar Prilly dalam sesi “Inspirational Career Journey”.

Selain itu, Prilly mengungkapkan kalau selama kuliah bisa merubah sikapnya. Ia mengaku bahwa sebelum kuliah adalah sosok yang individualis. Berbeda saat kuliah yang harus menyesuaikan diri dan bekerja dalam tim.

Baca juga: Stop Jadi Donatur Kampus! Ini Dia Target Menyusun Skripsi Supaya Gak Telat Lulus

“Yang tadinya sebelum saya kuliah, saya itu bisa dibilang individualis ya. Karena saya bekerja di depan layar sebagai aktor. Saya tidak terlalu tahu bagaimana kerja di tim yang besar dengan background yang berbeda,” pungkasnya.

“Kalau di lokasi syuting, semua backgroundnya sama. Aktor, lalu kita diarahkan sama sutradara. Tapi pas di kampus, backgroundnya beda, perilakunya berbeda, capabilitiesnya juga berbeda-beda,” sambung Prilly.

Baca juga: LSPR Institute Gelar Alumni Summit & Awards 2025, Bentuk Apresiasi Terhadap Para Lulusan Berprestasi

Di sela speech-nya, Prilly juga mengenang momen dengan salah satu dosennya. Ia merasa, teguran dari dosen juga merupakan privilege. Prilly menceritakan pengalaman dengan salah satu dosennya Mam Silvi, yang pernah menegurnya.

“Saya masih ingat betul ya, di semester 2 saya itu bolak-balik ruangan dosen. Terutama dosen saya yang ada di situ, Mam Silvi,” ucapnya. 

“Saya udah tahu kalau Mam Silvi nafasnya kayak gitu, itu berarti saya harus revisi. Dan saya revisi itu lebih dari 3 kali udah pasti di setiap projek. Terus dia menatap lebih dari 4 detik aja paper saya, dia langsung kayak, ‘gak bisa nak, ini kayak gini, harus kau rubah, jangan kau mengada-ngada’ gitu”, jelas Prilly sambil tertawa. 

Baca juga: Tanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Beri Edukasi Kebencanaan ke Siswa SD

Dalam kehidupannya, Prilly terus menanamkan 5P (Passion, persistence, patience, privilege, and pray). Prinsip ini bukan hanya pada kehidupan kampus, tapi juga implementasi dalam ranah profesional. 

Terakhir, Prilly mengungkapkan rasa terima kasih banyak kepada LSPR. Ia juga berharap bahwa kedepannya, LSPR bisa lebih baik lagi dan menghasilkan alumni-alumni yang berkualitas.

Pada acara ini, Prilly juga mendapatkan penghargaan dari LSPR, sebagai salah satu alumni berprestasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Indozone

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU