Mahasiswa mengedukasi siswa mengenai kebencanaan
INDOZONE.ID - Siapa bilang kesiapsiagaan bencana hanya urusan orang dewasa? Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro (Undip) Tim 11 Kelompok 2 membuktikan bahwa edukasi kebencanaan juga bisa menyasar anak-anak sekolah dasar, bahkan dikemas secara menyenangkan dan interaktif.
Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan program edukatif bertajuk “Siaga Cilik: Sahabat Tangguh Saat Bencana” yang diselenggarakan di SD Negeri 2 Pudakpayung, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu, (23/7/2025).
Program ini dirancang khusus untuk siswa kelas 6 dengan tujuan utama menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana alam yang berpotensi terjadi di sekitar mereka.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya siaga bencana sejak dini, sekaligus membekali anak-anak dengan keterampilan dasar mitigasi yang dapat menyelamatkan nyawa serta mengurangi dampak buruk saat bencana terjadi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagi program menjadi empat jenis edukasi utama berdasarkan jenis bencana, yakni tanah longsor, gunung meletus, tsunami, dan gempa bumi.
Masing-masing topik dikemas dengan pendekatan berbeda, menyesuaikan tingkat pemahaman anak-anak agar materi lebih mudah diterima dan diingat.
Baca juga: Bangun Kesadaran Seputar Pelecehan Seksual, Mahasiswa KKN Unhas Beri Solusi Konkret
Pada sesi edukasi tentang tanah longsor, para fasilitator menggunakan media poster visual untuk menjelaskan kepada siswa mengenai penyebab umum longsor, dampak kerusakan yang ditimbulkan, serta langkah-langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan jika bencana ini terjadi.
Pendekatan yang komunikatif dan interaktif membuat suasana kelas menjadi hidup, bahkan banyak siswa yang aktif bertanya dan berdiskusi.
Dilanjutkan dengan sesi gunung meletus, para siswa dikenalkan dengan konsep dasar gunung berapi, mulai dari bagian-bagiannya, tanda-tanda awal erupsi, hingga dampak positif dan negatif dari letusan.
Materi ini dibawakan secara menyenangkan melalui cerita edukatif dan media visual menarik. Mahasiswa juga menekankan pentingnya mengetahui jalur evakuasi dan langkah penyelamatan yang benar saat terjadi erupsi.
Baca juga: 8 Kursus Seram dan Unik di Dunia, dari Parapsikologi sampai Monster di Universitas Top
Sesi selanjutnya membahas bencana tsunami. Berbeda dengan sesi sebelumnya, kali ini metode yang digunakan meliputi pemutaran video edukatif, presentasi visual, dan permainan interaktif yang melibatkan seluruh siswa.
Anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar tsunami, penyebab terjadinya, serta langkah mitigasi sebelum, saat, dan sesudah bencana berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: