Minggu, 27 JULI 2025 • 11:40 WIB

Salah Makan saat Rantau ke Luar Negeri? Ini Solusi Buat Mahasiswa Perut Karet

Author

Ilustrasi tubuh tidak nyaman akibat 'salah makan' (freepik)

INDOZONE.ID - Banyak orang Indonesia percaya bahwa “perut orang Indonesia itu karet”,kuat makan apa saja mulai dari gorengan pinggir jalan sampai sambal level dewa.

Tapi lain cerita ketika kamu menapaki tanah negeri orang.

Mahasiswa rantau pasti sering menghadapi dua masalah ini: lidah yang kangen rasa kampung halaman, atau perut yang tiba-tiba “rewel” saat makan makanan lokal.

Jadi bukan cuma cuaca, bahasa, atau budaya, tapi menu makan sehari-hari juga bisa bikin perutmu kaget dan mengalami culture shock.

Tubuh kita terbiasa dengan bahan dan mikroba lokal. Ketika tiba-tiba diberi bahan, bumbu, atau cara masak yang berbeda, tubuh bisa menolak.

Baca juga: 4 Cara supaya Dompet Mahasiswa Tak Cepat Tipis: Mudah, Gak Ribet!

Mulai dari mual, diare, sampai perut kembung, itulah yang sering disebut “salah makan”.

Tidak jarang, mahasiswa sampai harus masuk UGD karena ‘salah makan’.

Solusi Buat Mahasiswa Rantau

Biar perut aman dan aktivitas kuliahmu tidak terganggu karena drama pencernaan, kamu bisa ikuti beberapa cara berikut:

1. Masak Sendiri dengan Bahan Lokal

Kalau kamu sudah mulai craving masakan rumah, tidak ada salahnya belajar masak. Ini bisa jadi penyelamatmu.

Gunakan bahan lokal yang mudah didapat, lalu olah dengan bumbu ala rumah. Misalnya: tumis sayur atau nasi goreng kecap yang kamu bawa dari Indonesia.

2. Stok Bumbu Andalan dari Indonesia

Kalau kamu tipe yang suka praktis, bawalah bumbu-bumbu instan dari Indonesia. Bisa dibawa sendiri atau jastip teman yang pulang kampung.

Baca juga: Cara Membagi Waktu Kuliah dan Kerja: Mahasiswa Wajib Tahu 2 Jurus Ampuh Ini!

Sambal botol, kaldu, atau bumbu jadi bisa bantu kamu bertahan secara rasa.

3. Pilih Menu yang Aman untuk Transisi

Kalau belum siap masak atau eksperimen, hindari makanan yang terlalu asing buat perutmu.

Pilih makanan berkuah hangat, rasa ringan, atau nasi dengan lauk sederhana untuk transisi awal.

4. Jaga Pola Makan dan Minum Air yang Cukup

Kadang masalah perut bukan dari makanannya, tapi dari pola makan yang berantakan.

Usahakan tetap sarapan, hindari makan tengah malam, dan cukup minum air putih.

5. Kenali Diri: Alergi dan Sensitivitas

Baca juga: Rekomendasi Cafe yang Cozy di Dekat Telkom University Bandung, Tempat Nongkrong Anak Kampus

Setiap orang punya kondisi tubuh dan kebutuhan gizi berbeda. Kalau kamu punya intoleransi terhadap gluten, kacang, udang, atau bahan lain, pelajari nama-nama itu dalam bahasa setempat.

Tanyakan dan jelaskan apa yang tidak bisa kamu makan, agar terhindar dari makanan “nemesis”-mu.

Dengarkan Perutmu, Bukan Ego Makanmu

Adaptasi itu penting. Meskipun perut orang Indonesia dikenal kuat, jangan turunkan kewaspadaan dan meremehkan sistem pencernaanmu saat di negeri orang.

Karena hidup sebagai mahasiswa rantau bukan cuma soal bertahan hidup, tapi juga soal hidup nyaman. Perut tenang, fokus belajar pun aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Penulis

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU