INDOZONE.ID - Siapa bilang Posyandu hanya untuk balita? Di Balai RW 4 Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Posyandu justru menjadi ajang layanan kesehatan lintas usia. Dikenal dengan nama Posyandu ILP Perdana, kegiatan ini rutin digelar setiap hari Selasa di minggu kedua setiap bulannya dan bekerja sama aktif dengan Puskesmas Tlogosari Wetan.
Tak hanya menyasar anak-anak, Posyandu ini juga memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga dewasa hingga lansia. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik IDBU (KKNT-IDBU) Tim 12 Kelompok 2 Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Bapak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Ibu Riris Tiani, S.S., M.Hum., yang sedang mengabdi di Kelurahan Pedurungan Lor. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat.
Tak hanya mahasiswa dari Undip, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa keperawatan dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), yang membantu mencatat hasil pemeriksaan dari tenaga medis Puskesmas.
Layanan kesehatan yang diberikan cukup menyeluruh. Untuk balita hingga anak usia 4 tahun, dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan, hingga lingkar perut untuk mendeteksi dini risiko stunting atau gangguan pertumbuhan. Sementara itu, bagi warga usia 30 hingga 70 tahun, tersedia pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, kolesterol, gula darah sewaktu (GDS), asam urat, hingga lingkar perut untuk memantau risiko penyakit degeneratif.
Semua data hasil pemeriksaan dicatat dalam buku pantauan kesehatan sebagai bahan evaluasi dan acuan untuk pelayanan bulan berikutnya.
Mahasiswa KKN Undip tidak sekadar hadir sebagai peserta. Mereka turut membantu proses administrasi Posyandu, mencatat kehadiran warga dan hasil pemeriksaan, serta terlibat langsung dalam komunikasi dan edukasi masyarakat.
“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya tugas tenaga medis, tapi bisa dilakukan siapa saja, termasuk mahasiswa. Kami belajar pentingnya pencatatan data kesehatan dan menjalin komunikasi yang baik dengan warga,” ungkap salah satu anggota tim KKN.
Kehadiran mahasiswa disambut antusias oleh kader dan warga. Kolaborasi ini tidak hanya meringankan beban kader, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan, kegiatan Posyandu ILP Perdana menjadi contoh nyata bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini diharapkan terus berjalan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Karena kesehatan adalah investasi masa depan, dan setiap pihak punya peran penting dalam menjaganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung