Lewat Edukasi Visual, Mahasiswa KKN Undip Hidupkan Potensi Wisata Pelabuhan Perikanan Pantai Tawang
INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dari Kelompok 4 KKN-Tematik Tim 83 menjalankan program berjudul “Menghidupkan Narasi, Tradisi, dan Potensi Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang lewat Edukasi Visual” di Desa Gempolsewu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Kegiatan pada Rabu (30/7/2025) ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) hasil kerja sama Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Undip dengan mitra pelaksanaan di wilayah Kendal, yaitu Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tawang.
Berdasarkan hasil observasi, ditemukan sejumlah isu penting yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari rendahnya literasi keuangan digital, terbatasnya keterampilan promosi produk melalui media sosial, hingga minimnya kesiapan dalam menyambut wisatawan.
Baca juga: Siber Polda Metro Mulai Usut Laporan Ruben Onsu yang Polisikan Netizen
Selain itu, kesadaran masyarakat akan hukum lingkungan masih rendah, kondisi kebersihan pelabuhan belum optimal, dan kemampuan berbahasa asing warga yang belum memadai meskipun kawasan ini memiliki potensi wisata yang besar.
Permasalahan ini semakin diperkuat dengan kurangnya media promosi bilingual serta belum adanya dokumentasi mengenai sejarah dan budaya lokal.
Namun di balik berbagai tantangan tersebut, kawasan pesisir Tawang menyimpan potensi yang besar. Kawasan ini dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi bahari (eduport).
Potensi alam, kuliner laut, dan budaya masyarakat pesisir seperti foklor bahasa pelelangan, ritual-ritual adat menjadi faktor penting sebagai potensi wisata bahari.
Baca juga: IPW Komentari Hasil Akhir Penyelidikan Diplomat Kemlu, Keadilan Dibahas!
Menjawab tantangan tersebut, tim KKN-Tematik UNDIP melaksanakan berbagai program lintas bidang keilmuan.
Kelompok 4 Tim 83 membuat infografis sejarah PPP Tawang dan pemetaan potensi usaha di kawasan pelabuhan.
Mahasiswa Undip juga memperkenalkan konsep omotenashi atau pelayanan ramah khas Jepang sebagai inspirasi wisata berbasis budaya.
Selain itu, standing banner wisata bilingual dan media pengenalan bahasa Inggris dasar dibuat untuk meningkatkan kesiapan menyambut wisatawan.
Baca juga: IPW Komentari Hasil Akhir Penyelidikan Diplomat Kemlu, Keadilan Dibahas!
Mahasiswa juga memberikan edukasi literasi keuangan digital untuk mencegah masyarakat terjerat pinjaman online ilegal.
Ada pula penyuluhan penggunaan media sosial seperti TikTok untuk promosi produk hasil laut.
Tidak hanya aspek digital yang diperkuat, program ini juga menekankan pentingnya edukasi budaya yang menjadi bagian dari pelestarian kearifan lokal.
Melalui video dokumenter budaya alang-alang, Kelompok 4 Tim 83 membantu masyarakat sekitar menyadari pentingnya warisan budaya lokal sebagai identitas dan aset wisata.
Baca juga: Happy Girlfriend Day, Ini 7 Ide Cara Merayakannya Bareng Pacar atau Sahabat
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir berbasis potensi lokal, budaya, dan kolaborasi lintas disiplin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung