Mahasiswa KKN Undip Bersama Warga Kelurahan Pedurungan Kidul (Nofitri/Z Creators)
INDOZONE.ID - Berangkat dari persoalan limbah dapur yang kerap berakhir di tempat sampah, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan solusi inovatif, memperkenalkan MOL (Mikroorganisme Lokal) sebagai alternatif pemanfaatan limbah organik di tingkat rumah tangga. MOL merupakan cairan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik seperti kulit buah dan sisa nasi, yang mengandung mikroba baik. Cairan ini dapat digunakan sebagai pupuk organik, mempercepat proses pengomposan, campuran pakan ikan, hingga meningkatkan kualitas air kolam.
Program ini dilaksanakan pada minggu kedua Juli 2025 di RW 04, Kelurahan Pedurungan Kidul, oleh Nofitri Amika Ainun Nadzofah, mahasiswa Program Studi Biologi UNDIP. Ia dibimbing oleh Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. Kegiatan ini bertujuan mendorong warga memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai guna tinggi.
Cara membuat MOL ternyata sangat sederhana. Cukup dengan tiga bahan utama: kulit buah sebagai sumber mikroorganisme alami, gula pasir sebagai sumber energi mikroba, dan air cucian beras sebagai media cair. Ketiga bahan ini dicampur dalam wadah tertutup, lalu difermentasikan selama 7–14 hari. Dari proses sederhana ini, limbah dapur yang tadinya dibuang kini bisa diubah menjadi pupuk cair, dekomposer kompos, bahkan suplemen mikroba untuk kolam ikan.
Baca juga: KKN Undip dan Posyandu RW 4: Kolaborasi Jaga Kesehatan Warga dari Balita sampai Lansia
Mahasiswa KKN Undip Sosialisasi MOL di Kelurahan Pedurungan Kidul (Nofitri/Z Creators)
Tak hanya menjadi solusi pengelolaan limbah, kegiatan ini juga mendukung diversifikasi produk lokal. Hal ini sejalan dengan tema besar KKN-T UNDIP Tim 104, yaitu “Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM melalui Diversifikasi Produk sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan.” Warga didorong tidak hanya membuat MOL untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga melihat peluangnya sebagai potensi usaha baru.
“Selama ini, sisa kulit buah langsung saya buang. Ternyata bisa dimanfaatkan jadi MOL yang menyuburkan tanaman! Caranya sangat mudah, bahannya juga dari dapur semua,” ujar salah satu kader lingkungan setempat dengan antusias.
Baca juga: Dukung UMKM Terasi, Tim KKN UNDIP Bikin Produksi Lebih Higienis dan Efisien
Dengan modal minim dan proses yang mudah, MOL bisa terus dikembangkan warga secara mandiri maupun berkelompok. Harapannya, keterampilan ini tak berhenti di kegiatan KKN semata, tetapi menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga, MOL juga berpotensi menjadi produk unggulan berbasis limbah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Jika dikembangkan secara serius, bukan tidak mungkin akan muncul UMKM baru dari warga RW 04 yang memproduksi dan memasarkan MOL secara lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan