INDOZONE.ID - Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 118 kelompok 6 Universitas Diponegoro, Sabrina Zalfa, menyelenggarakan workshop bertajuk “Pengolahan Eco Enzyme dari Limbah Jahe” di RW 7 Kelurahan Sambiroto, Semarang, Jawa Tengah.
Bertempat di Balai RW 7, kegiatan awal Juli lalu ini bertujuan mengedukasi warga perihal pengelolaan limbah organik menjadi produk yang lebih ramah lingkungan.
Dalam workshop ini, warga dikenalkan mengenai apa itu eco enzyme, mulai dari definisi hingga berbagai manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk pupuk cair organik, pembersih alami, pengusir hama tanaman dan lainnya.
Baca juga: Kukuhkan 9.347 Mahasiswa Baru, Rektor UNAIR: Jangan Cuma Ngejar IPK Saja
Limbah jahe dipilih sebagai bahan utama pembuatan eco enzyme karena di kelurahan Sambiroto khususnya RW 7 terdapat banyak UMKM jamu.
Mereka biasa membuang begitu saja limbahnya tanpa diolah. Selain itu, jahe juga memiliki kandungan bioaktif yang mendukung proses fermentasi dan memberi nilai tambah bagi produk yang dihasilkan.
Sabrina memandu langsung sesi praktik pembuatan eco enzyme. Melalui pendekatan partisipatif, warga RW 7 tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan.
Suasana penuh antusiasme pun terlihat dari keterlibatan warga dalam sesi diskusi tanya-jawab, yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap pengolahan limbah yang aplikatif dan bernilai ekonomis ini.
Baca juga: Dulu Bertahan, Kini Membangun: Mahasiswa Undip Ajarkan Ketahanan Pangan Dunia Melalui Sejarah
Warga RW 7 menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat dalam hal pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung