Sabtu, 02 AGUSTUS 2025 • 12:20 WIB

ITS Gandeng Singapura untuk Kolaborasi Pengembangan Energi Bersih, Implementasi Smart Eco-Campus

Author

Rektor ITS memberikan plakat ke Duta Besar Singapura (its.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) perkuat kolaborasi energi dengan Singapura. 

Hal ini dibahas saat Duta Besar Singapura untuk Indonesia mengunjungi Kampus ITS, pada Kamis 31 Juli 2025. Kunjungan ini sebagai tanda keberlanjutan kerja sama strategis pada program The Republic Indonesia - Singapore University Network (RI-SING UN).

Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengungkapkan kalau ITS tengah melakukan proses akselerasi riset dan teknologi. Salah satu langkah konkret nya yaitu kerja sama dengan universitas unggulan di Singapura.

 “Di antaranya adalah Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore (NUS), Singapore Management University dan lainnya,” tambahnya.

Baca juga: Gaji Dosen di Indonesia Paling Rendah di Asia Tenggara! Emangnya Berapa Sih? Ini Rinciannya

Bambang juga menyebut, komitmen ini juga ditunjukan pada pengembangan energi terbarukan ekonomi sirkular, hingga laboratorium riset. 

ITS dan NTU tergabung dalam Institute of Research for Sustainability and Innovation (INSPIRASI), yang saat ini sedang mengembangkan berbagai pusat unggulan. Salah satu pengembangannya yaitu Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI). 

Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng mengatakan bahwa Singapura mendukung upaya ini. Menurutnya, dengan populasi Indonesia yang melimpah, dapat menjadi peluang untuk mendorong inovasi energi. 

Baca juga: Latih Kreativitas Siswa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajarkan Ecoprint Pada Siswa di SDN Kebondowo 03

“Upaya ini tidak hanya berdampak baik bagi negara mitra, tapi juga membantu akselerasi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Pada kesempatan ini juga,  Director Global Alliance of Industries Prof Lidya Helena Wong sebagai salah satu delegasi Singapura turut mengapresiasi inisiatif ITS, yang berupaya mendorong energi bersih untuk masa depan.

“Upaya itu juga membuktikan komitmen kedua negara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menyediakan energi bersih dan terjangkau,” tegasnya.

Proyek yang telah diresmikan pada akhir 2023 ini, sudah dikembangkan dengan teknologi Agriovoltaic terbesar se-Asia Tenggara. Lidya menjelaskan kalau teknologi ini memanfaatkan panel surya buat produksi energi listrik serta hasil pertanian. 

Baca juga: Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswi Undip Ajak Warga Sambiroto Olah Limbah Jahe Jadi Eco Enzyme

“Teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Project Manager INSPIRASI Prof Gamantyo Hendrantoro, menyebut kalau REIDI memanfaatkan energi biomassa jadi sumber energi pendukung. Energi ini juga sudah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar ITS, yaitu asrama mahasiswa. 

“Ke depan, sistem ini juga akan diperluas hingga ke stadion ITS,” ujarnya. 

Terakhir, upaya pengembangan teknologi ini menjadi komitmen ITS dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya poin ke-7, ke-13, dan ke-17. Lalu juga sebagai implementasi bagi ITS sebagai smart eco-campus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Its.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU