INDOZONE.ID - Siapa yang masih sering meninggalkan kamar kos dalam keadaan charger masih menancap, AC menyala, magic com masih terhubung ke saklar, atau setrika belum dicabut?
Kalau kamu mahasiswa yang tinggal di kos dan sering begini, siap-siap hadapi risikonya ya!
Arus Listrik Tetap Mengalir Meski Tidak Digunakan
Listrik punya sifat mengalir terus menerus. Meskipun alat elektronik tidak digunakan, selama masih tersambung ke stopkontak, arus tetap berjalan. Gak heran kalau token listrikmu cepat habis.
Berdasarkan studi dari Lawrence Berkeley National Laboratory, charger smartphone rata-rata masih menyedot daya sebesar 0,26 watt dalam kondisi idle (tidak dipakai).
Jika dikumpulkan, pemborosan energi ini bisa setara dengan listrik yang cukup untuk menyalakan 10.000 rumah selama setahun penuh.
Baca juga: 3 Hal yang Wajib Diperhatikan buat Maba yang Pertama Kali Ngekos, Jangan Bawa Semua Isi Rumah
Risiko Jika Kamu Sering Biarkan Charger Tetap Tersambung
1. Overheating & Potensi Kebakaran
Charger yang terus tercolok bisa mengalami panas berlebih (overheating). Ini bisa merusak komponen dalamnya dan yang lebih parah, menimbulkan korsleting hingga kebakaran, seperti kasus yang pernah terjadi di Surabaya.
Kalau kamu anak rantau dan tinggal sendiri di kos, kebiasaan ini jelas membahayakan. Bisa-bisa pulang kuliah, kamarmu udah hangus.
2. Penurunan Kualitas Charger
Panas yang terus menerus bisa memperpendek umur charger. Komponen internalnya jadi cepat aus dan fungsinya menurun dari waktu ke waktu. Apalagi kalau kamu sering pakai charger murah atau KW.
3. Lonjakan Daya yang Berbahaya
Tegangan listrik yang tiba-tiba naik, seperti saat ada petir atau fluktuasi daya, bisa menyebabkan charger meledak atau merusak perangkat.
Sekitar 40% kerusakan ponsel disebabkan oleh faktor ini. Bayangkan kehilangan HP di tengah-tengah tugas besar atau UTS? Auto panik, kan?
Baca juga: 6 Tips Hemat Mengatur Keuangan yang Anak Kos Wajib Tahu, Jangan Kebanyakan Nongkrong di Luar
4. Risiko untuk Anak Kecil
Jika kamu kos di rumah yang ditinggali keluarga, atau tinggal bareng saudara yang punya anak kecil, port charger yang masih aktif bisa membahayakan.
Anak bisa tersetrum jika menyentuhnya atau memasukkan benda ke dalam port.
5. Pemborosan Energi yang Tak Terlihat
Walaupun konsumsi dayanya kecil, jika dibiarkan setiap hari, bisa bikin pengeluaran listrik membengkak hingga Rp50.000-Rp100.000 per charger per tahun.
Lumayan banget buat nambah uang makan atau beli kopi pas deadline!
Kenapa Mahasiswa Sering Lupa Cabut Charger?
Mahasiswa seringkali sibuk dengan aktivitas yang padat. Antara kelas, tugas, rapat organisasi, sampai acara kampus, hal kecil seperti cabut charger bisa saja terlewat.
Baca juga: Rekomendasi Resep Makanan Sehat dan Sederhana, Cocok untuk Anak Kost
Menurut Dr. Fitriani, Psikolog Teknologi dari Universitas Indonesia, kebiasaan ini muncul dari sugesti bahwa tegangan listrik yang kecil dianggap aman. Padahal, tetap berisiko dan bisa berbahaya.
Rasa malas dan terlalu sibuk juga berperan besar. Tapi, bukan berarti kamu boleh terus membiarkannya.
Tips Praktis Buat Mahasiswa yang Sering Lupa Cabut Charger
- Gunakan stopkontak pintar yang bisa dijadwalkan lewat smartphone. Cocok buat kamu yang tech-savvy.
- Pasang multi-plug dengan tombol on/off, biar bisa langsung memutus aliran beberapa alat sekaligus.
- Letakkan charger di tempat mencolok agar jadi pengingat visual—misalnya dekat pintu atau di atas meja belajar.
- Bikin rutinitas harian sederhana, seperti mencabut charger sebelum berangkat kuliah atau sebelum tidur.
- Jauhkan stopkontak dari benda mudah terbakar seperti tisu, kertas, atau baju yang sering ditumpuk sembarangan.
Jadi jangan remehkan charger yang terus dicolok. Selain bisa merusak barang, juga bisa mengancam keselamatan. Kebiasaan baik dimulai dari hal sederhana, sesederhana mencabut charger sebelum kamu keluar kos atau berangkat kuliah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@teknologi_id