Sasar Pasar Lebih Luas, Mahasiswa KKN Undip Promosikan Opak Singkong Lewat Iklan dan Papan Branding
INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 162 Dusun Karangjati, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mempromosikan opak singkong melalui program kreatif yang memadukan strategi promosi digital, pemasangan plang branding, dan perluasan pasar.
Program dimulai dengan pembuatan iklan kreatif yang menampilkan proses pembuatan opak dari awal hingga siap dinikmati.
Prosesnya meliputi dari mencabut singkong di kebun, membersihkan, mengukus, menumbuk, hingga menjemur adonan di bawah sinar matahari.
Melalui pengambilan gambar close-up, detail tekstur tipis opak terekam jelas, dipadukan dengan efek suara “kriuk” yang menggugah selera.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida Nabati
Upaya ini menjadi bagian dari strategi branding yang bertujuan melestarikan kuliner lokal sekaligus meningkatkan daya tariknya di pasar modern.
Bagian akhir iklan memperlihatkan suasana hangat keluarga kecil yang menikmati opak bersama di gazebo desa dengan latar hamparan sawah.
Potongan cerita ini tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kebersamaan dan kebanggaan terhadap kekayaan kuliner lokal.
Selain promosi digital, Tim 162 juga membuat dua plang branding opak yang dipasang di titik strategis desa pada 14 Agustus 2025, yaitu di jembatan penghubung Kranggan-Kebumen dan gapura masuk Desa Kebumen.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Gelar Workshop Teh Bunga Telang: Inovasi Ekonomi Warga RW 07 Sambiroto
Pembuatan plang dilakukan selama tiga hari, mulai dari desain, pengecatan, hingga pemasangan. Desainnya mengusung konsep modern yang tetap mempertahankan nuansa tradisional khas Kebumen.
Pemasangan plang ini bertujuan memperkuat identitas Desa Kebumen sebagai sentra produksi opak singkong.
Diletakkan di lokasi yang strategis, plang dapat menarik perhatian pengunjung maupun masyarakat sekitar, sekaligus menjadi sarana promosi jangka panjang bagi para pelaku usaha di desa.
Tidak hanya mengandalkan media visual, Tim 162 juga menghubungi berbagai pusat oleh-oleh untuk mengetahui prosedur pemasaran produk.
Informasi yang diperoleh meliputi standar kemasan, label, izin edar, hingga sistem kerja sama. Langkah ini membuka peluang kolaborasi yang dapat memperluas jangkauan distribusi opak ke pasar yang lebih luas.
Melalui kombinasi iklan kreatif, pemasangan plang branding, dan strategi pemasaran langsung, mahasiswa KKN-T Tim 162 berharap opak singkong tidak hanya dikenal sebagai camilan renyah khas desa.
Opak singkong diharapkan menjadi simbol kebanggaan daerah yang mampu bersaing di pasar lebih luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung