Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 15:50 WIB

376 Mahasiswa UGM Ikuti Kegiatan PIONEER, Salah-satu Upaya Internasionalisasi

Author

Mahasiswa internasional Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan PIONEER (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada menggelar PIONEER (Program for International Orientation and New-student Empowerment to Enhance Readiness) untuk mahasiswa baru internasional. 

Total, sebanyak 376 mahasiswa internasional hadir mengikuti rangkaian acara tersebut, yang diselenggarakan di Grha Sabha Pramana UGM.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Wening Udasmoro, menyebut kalau UGM menerima dari 54 negara. Baik dari program non-gelar maupun gelar.

Baca juga: KKN-T Multidisiplin 1 Undip: Menguatkan Sumber Daya Alam dan Manusia Desa Tedunan melalui Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan

Ada 216 mahasiswa yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar, 49 mahasiswa ikut program kelas bahasa Indonesia, 8 mahasiswa program intensif, dan 103 mahasiswa mengikuti studi pada jenjang sarjana, magister, dan doktor.

“Kami berharap dapat mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan fakultas agar dapat saling bekerja sama, membangun jejaring, serta menjalin persahabatan yang berkelanjutan melalui PIONEER ini,” imbuhnya.

Upaya Internasionalisasi UGM

Selain itu, Wening juga mengungkapkan kalau upaya ini jadi salah satu kekuatan UGM, untuk internasionalisasi. Lalu juga jadi salah satu cara mempererat hubungan dengan mitra. 

Ia juga mengatakan, sebelumnya banyak mahasiswa yang awalnya mengikuti short course, tapi kembali ke UGM untuk studi magister hingga doktor. 

“Selama bertahun-tahun, UGM telah menjadi tuan rumah bagi mahasiswa internasional dan membangun jejaring alumni yang tersebar di seluruh dunia,” katanya.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya, sekaligus peneliti Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), mengajak para mahasiswa internasional buat melihat secara singkat sejarah UGM. 

Bukan cuma itu, ia juga mengajak untuk mengetahui keberagaman budaya di Indonesia, hingga cara UGM untuk mendorong transformasi masyarakat dan kebebasan intelektual. 

Baca juga: Diversifikasi Atsiri, Teknologi AI, hingga Edukasi K3: Terobosan Mahasiswa KKNT-IDBU 61 UNDIP di KHDTK

Antusiasme Mahasiswa Internasional

Kenza, mahasiswa Studi Hukum Internasional asal Prancis, mengungkapkan antusiasmenya untuk belajar di UGM. Ia berharap, bisa menambah wawasan dan memperdalam budaya Indonesia selama kuliah di UGM.

“Saya juga ingin bekerja di kawasan Asia, dan saya rasa Indonesia merupakan salah satu tempat yang menjanjikan untuk mewujudkan harapan saya,” katanya.

Sedangkan Alex, mahasiswa Biologi asal Australia, juga mengaku senang bisa kuliah di UGM. Apalagi dilengkapi dengan suasana kampus yang nyaman, asri, dan banyak ruang terbuka.

Ia mengaku kalau atmosfer belajar di UGM bisa mendukung dan memberikan pengalaman baru dalam studinya.

“Saya berharap saya dapat memperdalam pengetahuan khususnya di bidang lingkungan, sekaligus memperoleh pengalaman belajar di negara tropis yang nantinya bisa saya bawa kembali untuk mendukung studi saya di Melbourne,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Terapkan 5S dan K3, UMKM Desa Tedunan Kini Lebih Efisien dan Sehat!

Jadi Bagian Jaringan Global UGM

Adanya kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan menjadi jaringan global dari UGM, bukan cuma belajar saja. Bahkan, diharapkan bisa mempererat kerja sama antar institusi ketika mereka balik ke negara asal.

Mahasiswa internasional ini dijadwalkan akan mengikuti Cultural Immersion and Excursion pada 30 Agustus. Terakhir, ada juga kegiatan belajar bahasa Indonesia dengan warga lokal pada 20 September mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU