Kelompok Multidisiplin 1 KKN-T IDBU 23 Undip bersama peternak domba Desa Tedunan usai agenda sosialisasi. (Nu'uttissania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Tim Multidisiplin 1 KKN-T IDBU 23 Universitas Diponegoro melaksanakan berbagai program kerja untuk mengembangkan potensi Desa Tedunan dari berbagai aspek. Kegiatan ini sejalan dengan tema “Penguatan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal.”
Potensi sumber daya alam Desa Tedunan mencakup sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan. Sayangnya, potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Melalui program kerja KKN-T, mahasiswa hadir untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus menjadi inovasi nyata yang dapat membantu masyarakat. Harapannya, program ini mampu mendukung warga dalam mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan.
Peternakan menjadi salah satu potensi menjanjikan di Desa Tedunan. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemberian multivitamin berupa mineral blok untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak.
Sayangnya, pengetahuan warga tentang pentingnya mineral masih terbatas. Melihat hal ini, Fita Anggraini Saputri, mahasiswa Peternakan UNDIP, memberikan edukasi sekaligus demonstrasi pembuatan mineral blok.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 2 Agustus 2025, dan dihadiri oleh 12 peternak domba. Acara diawali dengan edukasi mengenai manfaat multivitamin, dilanjutkan pemaparan mengenai pengemasan produk untuk meningkatkan daya jual oleh Nu’uttissania, mahasiswa Sastra Inggris. Sebagai penutup, para peternak diajak praktek langsung membuat mineral blok.
Kegiatan ini disambut dengan antusias. Peternak aktif mencatat, bertanya, hingga mencoba sendiri proses pembuatan mineral blok. Antusiasme ini diharapkan memberi dampak positif dan berkelanjutan bagi pengembangan peternakan di Desa Tedunan.
Baca juga: Empat Sesi Seru! KKN UNDIP Ajak Ibu-Ibu Tedunan Kenalkan Bahasa Inggris ke Buah Hati
Pertanian merupakan sumber utama penghidupan masyarakat Desa Tedunan. Namun, belakangan ini petani menghadapi masalah serius akibat serangan hama tikus.
Menanggapi hal tersebut, Wisnu Adi Wicaksono, mahasiswa Teknik Elektro UNDIP, menciptakan alat pengusir hama berbasis panel surya. Alat ini menyimpan energi matahari ke dalam baterai, kemudian digunakan untuk menyalakan speaker ultrasonik yang mengganggu tikus tanpa membahayakan manusia.
Sosialisasi alat dilakukan pada Rabu, 30 Juli 2025, bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Wisnu memaparkan manfaat, cara pembuatan, dan demonstrasi penggunaan alat. Warga menyambut positif inovasi ini dan berharap teknologi tersebut bisa segera diterapkan di sawah mereka.
Sektor perikanan tangkap di Desa Tedunan juga memiliki potensi besar. Namun, kegiatan jeranjang ikan yang dilakukan malam hari masih mengandalkan penerangan konvensional dengan kabel sederhana dari listrik rumah. Cara ini kurang efisien dan berisiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan