Inovasi KKN Undip: Warga Desa Tedunan Didorong Mandiri Kelola Sampah, Kesehatan, dan Mitigasi Bencana
INDOZONE.ID - Tim 23 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan Program Kerja Multidisiplin 2 di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat melalui tiga bidang utama, yaitu pengelolaan sampah, edukasi kesehatan, dan mitigasi risiko bencana. Kegiatan berlangsung pada 3–15 Agustus 2025 dengan melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dari berbagai fakultas dan jurusan di Undip.
Inovasi Ramah Lingkungan: APSMA dan Paving Block Plastik
Pada sektor lingkungan, mahasiswa menghadirkan inovasi Alat Pembakar Sampah Minim Asap (APSMA). Alat ini dirancang untuk mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah terbuka. Dengan desain sederhana, ramah lingkungan, dan mudah dibuat, APSMA bisa langsung diadopsi warga untuk mengatasi penumpukan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah sehat.
Selain itu, mahasiswa juga melatih warga membuat paving block dari sampah plastik. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik yang sulit terurai, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Produk paving block hasil olahan memiliki kekuatan setara dengan produk pabrikan, namun biaya produksinya lebih rendah dan nilai jualnya cukup menjanjikan.
Fogging Sederhana untuk Cegah DBD
Di bidang kesehatan, Tim KKN merancang alat fogging sederhana. Proses pembuatannya dilakukan melalui tahapan perancangan, pemilihan bahan seperti pipa besi atau aluminium, serta tangki cairan dari botol besi maupun plastik. Setelah itu, dilakukan uji coba untuk memastikan asap yang dihasilkan cukup pekat dan mampu menyebar ke area sekitar.
Syahid, salah satu mahasiswa KKN, menjelaskan bahwa alat ini lebih murah dibanding alat komersial karena dapat dibuat dengan biaya sekitar Rp250.000. “Meski dari segi ketahanan dan teknologi masih kalah dibanding pabrikan, alat ini fleksibel karena bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya.
Masyarakat pun merespons positif. Dengan adanya alat ini, mereka bisa melakukan fogging secara mandiri tanpa harus menunggu jadwal dari dinas kesehatan. “Kami merasa lebih aman dan percaya diri karena bisa langsung mengendalikan nyamuk penyebab DBD,” kata seorang warga.
Manfaat lain dari inovasi ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, bertambahnya keterampilan baru dalam merakit dan menggunakan alat sederhana, serta rasa aman dari ancaman nyamuk Aedes aegypti. Hasil uji coba lapangan juga menunjukkan efektivitas cukup baik meski tidak sekuat alat komersial.
Meski begitu, Syahid mengakui ada tantangan, seperti menjaga kestabilan asap, keterbatasan bahan baku di desa, hingga keraguan sebagian warga terhadap efektivitas alat. Untuk keberlanjutan, mahasiswa menyerahkan alat kepada karang taruna sekaligus memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan. “Harapan kami, pemerintah desa bisa menganggarkan dana untuk pemeliharaan. Jika dikembangkan, alat ini berpotensi diproduksi massal oleh UMKM atau industri lokal, bahkan dibuat dalam versi portabel yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Baca juga: Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Terapkan 5S dan K3, UMKM Desa Tedunan Kini Lebih Efisien dan Sehat!
Warga Terbantu dan Harapan Berlanjut
Masyarakat Desa Tedunan menyambut baik program ini karena memberikan solusi nyata terhadap masalah kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan. Pelatihan pembuatan dan penggunaan alat juga membuat warga mampu mereplikasi teknologi tepat guna ini secara mandiri.
Ketua Tim Multidisiplin 2 KKN Undip, Ramadhani Yuans Darmawan, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi berkelanjutan. “Kami berharap warga Desa Tedunan dapat mandiri dalam mengelola lingkungan dan menjaga kesehatan,” katanya.
Program kerja multidisiplin ini menjadi bukti nyata peran KKN Undip Tim 23 dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi di bidang kesehatan dan lingkungan. Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, Desa Tedunan diharapkan semakin tangguh dan berdaya saing menghadapi tantangan lingkungan maupun sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan