INDOZONE.ID - Bagi mahasiswa dan fresh graduate, mungkin kamu bakal relate soal cari kerja sana-sini yang bisa bikin emosi.
Bak santapan setiap hari, kegagalan wawancara terasa seperti rutinitas.
Tapi dari kebiasaan ini, tak jarang muncul ciri unik dalam diri seseorang yang justru mulai kebal dengan kegagalan. Bahkan, ia berani mencoba lagi meski gagal.
Fenomena ketagihan ini memang terdengar negatif, tapi tetap jadi bagian penting dari perjalanan jelang terjun ke dunia profesional.
Tanda-tanda Unik Terbiasa dengan Kegagalan
Baca juga: 3 Trik Jawab Pertanyaan Wawancara Magang, Dijamin Pasti Lolos!
-
Jadwal Interview Padat seperti Jadwal Kuliah
Dalam seminggu, panggilan wawancara bisa serutin kelas kuliah. Alih-alih merasa lelah atau kecewa, mereka justru move on dan lanjut daftar ke perusahaan lain lagi.
-
Hafal di Luar Kepala Jawaban Pertanyaan Dasar
Pertanyaan klasik seperti “perkenalkan dirimu” atau “jelaskan kekuranganmu” sudah bukan level mereka lagi.
Bukan hanya bisa menjawab berdasarkan muscle memory, mereka juga bisa membaca gerak-gerik HRD.
Kebiasaan memperhatikan detail kecil ini, menunjukkan betapa seringnya mereka melewati wawancara hingga semuanya terasa seperti refleks.
Baca juga: Magang Berdampak Gantikan MSIB: Ini Syarat, Jadwal, dan Cara Daftarnya!
-
Email Penolakan Jadi Langganan Dekorasi Lock Screen
Yang biasanya jarang dihubungi via email, kini rasanya seperti chatting dengan perusahaan. Kalimat seperti “sayangnya saat ini kami...” sudah jadi sapaan sehari-hari.
Rutinitas malam hari pun bukan lagi bersantai, melainkan lebih sering memeriksa email dan portal kerja yang berubah dari harapan jadi siklus berkelanjutan.
-
Sering Update Status “Gagal lagi, tapi masih semangat, lanjutt”
Meskipun gagal, update status tetap jadi cara berbagi pengalaman, sekaligus melepas penat dengan menghibur sesama pejuang senasib.
Baca juga: 5 Jurusan yang Sepi Peminat tapi Prospek Kerja Cerah, Tertarik Masuk?
Mental “Test & Improve” Pantang Mundur
Di balik kesulitan dan tantangan, fase ini justru melatih mental test & improve dalam dunia kerja.
Tidak hanya mengubah mindset terhadap kegagalan, tapi juga membuat mereka terbiasa mengevaluasi proses wawancara, memperbaiki diri, dan bangkit melamar lagi di keesokan harinya.
Jadi, kalau kamu merasakan gejala-gejala di atas, selamat, kamu sedang menjalani proses improve diri dan mengasah ketahanan mental di dunia kerja.
Terus pantang menyerah, dan yakinl di setiap kesulitan ada kata “selamat” yang menanti di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@harisenin.official