Ilustrasi orang sedang diwawancara (freepik)
INDOZONE.ID - Sebagai mahasiswa, kuliah bukan hanya duduk di kelas dan mendapatkan materi dosen. Kamu juga perlu mempraktikan ilmu yang didapat dalam perkuliahan.
Salah satu program yang bisa mahasiswa ikuti, adalah magang atau praktik lapangan. Dengan program ini, mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmunya secara langsung.
Selain itu, para mahasiswa juga bisa membangun jaringan lebih luas ke dunia profesional. Kata lainnya, kamu mempersiapkan diri sebelum terjun ke dunia profesional selepas lulus kuliah.
Baca juga: Hari Kedua ICOCAS 2025: FIB Undip Lanjutkan Diskusi Humaniora dan Kolaborasi Global
Namun, sebelum resmi mendapatkan magang, ada banyak tahapan yang harus dilalui meski setiap program mungkin berbeda tahapannya. Setidaknya, secara umum, ada tiga tahapan yang bakal dilalui.
Mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara. Sayangnya, banyak mahasiswa yang akhirnya gagal melewati tahap akhir, yaitu wawancara. Pada tahap ini, gak sedikit mahasiswa yang gugup karena harus berhadapan dengan HRD atau User.
Padahal, wawancara bisa menjadi penentu akhir lolos magang atau tidak. Untuk mengatasinya, kamu harus mempersiapkan diri dengan maksimal.
Baca juga: Resmi! Rektor President University Umumkan Mata Kuliah Roblox Mulai September Ini!
Salah satu trik yang bisa kamu ikuti adalah metode CAO (Context-Action-Outcome). Metode ini mirip seperti STAR (Situation-Task-Action-Result), tapi CAO dibuat lebih singkat dan ringkas.
Pada context ini, kamu harus bisa menjelaskan secara detail latar belakang situasi, yang pernah kamu alami atau rasakan. Jelaskan sejujurnya, biar tidak ada kesalahpahaman.
Contoh: “Saya pernah menjadi Ketua Pelaksana kegiatan kampus, saya menghadapi berbagai panitia yang tidak disiplin dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Tidak jarang tugasnya dikumpulkan lambat dan lewat deadline”.
Baca juga: Ampas Tahu Jadi Nugget? Mahasiswa UNDIP Hadirkan Solusi Pangan Bergizi!
Setelah kamu menjelaskan latar belakang situasi yang terjadi, lanjut jelaskan langkah apa yang kamu ambil atau action. Pastikan keputusan itu adalah langkah konkret dan rasional untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Contoh: “Untuk mengatasinya, saya membuat sistem pengingat berbasis grup chat, serta menjadwalkan evaluasi mingguan agar seluruh anggota tim termotivasi dan menjalankan tanggung jawab”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@duniakampusid