Ilustrasi textrovert menikmati mengirim pesan (freepik)
INDOZONE.ID - Jadi mahasiswa, apalagi anak baru di kampus, pasti sering ketemu berbagai tipe teman, apalagi kalau kamu termasuk social butterfly di kampus.
Mulai dari yang rame banget waktu nongkrong, sampai yang pendiam banget tapi aktif banget di chat grup kelas.
Tapi, di balik itu, kadang kepribadian orang bisa berbeda saat ngobrol lewat chat.
Kamu pasti punya satu teman yang pendiam di tongkrongan, tapi kalau ngechat bisa kirim berbalon-balon teks.
Yuk kenalan lebih dekat sama si “super chatty” di dunia perpesanan: Textrovert!
Baca juga: Waspada Ilusi Toxic Positivity di Lingkungan Kampus, Ketika Motivasi Menjadi Racun Mahasiswa
Textrovert berasal dari gabungan kata text dan extrovert, yaitu orang yang cenderung pendiam saat bertemu langsung, tapi jadi super cerewet saat chatting.
Mereka biasa mengirim pesan panjang dan detail demi menghindari kesalahpahaman atau supaya nggak menyinggung perasaan.
Alasannya? Karena mereka sebenarnya suka ngobrol, tapi lebih nyaman mengekspresikan diri lewat teks.
Daripada bicara spontan, mereka lebih memilih mikir dulu, edit teks, ulangi, dan pakai emoji buat bantu sampaikan perasaan.
Baca juga: Intip Jurusan Kuliah Sesuai dengan Kepribadian, Mana yang Cocok sama Kamu?
Menurut Frontiers in Psychology (2020), textrovert cenderung lebih terbuka dan nyaman mengekspresikan diri lewat tulisan dibandingkan lisan.
Nggak aneh kok! Pew Research Center (2021) justru menunjukkan bahwa 70 persen remaja, Gen Z, lebih suka komunikasi lewat teks ketimbang telepon.
Jadi, menurut kamu… Apa Textrovert itu tsundere, bukan?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@opiniid