Ilustrasi stres dan lelah dari belajar (freepik)
INDOZONE.ID - Kamu rajin ikut kelas, catat materi, dan evaluasi tiap tugas. Tapi tetap saja terasa berat dan melelahkan. Bisa jadi, kamu sebenarnya termotivasi, tapi oleh toxic positivity.
Kalau sudah begini bukan hanya energi dan tubuhmu yang lelah tapi juga pikiranmu.
Toxic positivity adalah sikap yang memaksa diri untuk selalu positif, bahkan saat lelah dan butuh istirahat.
Di lingkungan kampus, ini sering muncul karena tekanan akademis, perbandingan sosial, dan harapan orang tua.
Bentuknya bisa berupa motivasi beracun yang justru bikin stres dan burnout. Kalau sudah begini, bukan hanya energi dan tubuhmu yang lelah, tapi juga pikiranmu.
Baca juga: Anti Demam Panggung! Tips Jitu Biar Pede Ngomong di Depan Umum
Berikut adalah contoh toxic motivation yang umum di kalangan mahasiswa:
Kalimat ini menekankan bahwa nilai dirimu hanya ditentukan oleh pencapaian besar, bukan oleh proses yang kamu jalani.
Ini memotivasimu dengan rasa takut akan penilaian orang lain, bukan karena keinginanmu sendiri.
Ucapan ini meremehkan setiap usaha kecilmu dan membuatmu merasa malas, padahal mungkin kamu sedang butuh istirahat.
Baca juga: Stop Panik dan Perhatikan Ini! Cara Chat Dosen yang Benar biar Gak Jadi Ghosting
Motivasi ini menciptakan ilusi bahwa semua orang adalah saingan dan memicu rasa takut ketinggalan (FOMO).
Kalimat ini membuatmu merasa bersalah saat beristirahat, padahal istirahat itu penting.
Kamu didorong untuk bertindak demi membuktikan diri kepada orang lain, bukan untuk kepuasan pribadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@anindithaarsa